Miliki Keunikan Hutan Rawa

Launching KRS Tahun 2019

512
Salah satu koleksi pohon di Kebun Raya Sambas. Ist

eQuator – Sambas. Selain pohon besar, tanaman hutan rawa menjadi potensi unik Kebun Raya Sambas (KRS). Lahan seluas 300 hektar di Desa Sabung, Kecamatan Subah menyimpan koleksi dan potensi unggulan jangka panjang Kabupaten Sambas.

Banyak peneliti dan kunjungan untuk mempelajari atau melihat koleksi KRS yang akan diresmikan atau di-launching tahun 2019 mendatang. “Saat ini yang kita kenal Kebun Raya Bogor (KRB) dengan luas 87 hektar. KRB menjadi kawasan wisata yang mampu menarik turis lokal maupun mancanegara untuk datang ke KRB. Makanya sebelum diresmikan tahun 2019, segala administrasi KRS harus segera dibenahi,” ujar Wakil Ketua DPRD Sambas, Misni Safari SP kepada Rakyat Kalbar, Minggu (14/11).

Misni menegaskan, sesuai hasil konsultasi Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Sambas di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ternyata keberadaan KRS berpotensi mengangkat nama daerah. “Sudah ada Surat Keputusan (SK) Kepala LIPI Nomor 2/P/2015 tentang Penetapan Kriteria dan Jadwal Peresmian Kebun Raya (KR) di Indonesia tahun 2015-2019, baik kebun raya perkotaan maupun kebun raya non perkotaan,” terang Misni seraya mengatakan konsultasi Pansus II didampingi Ir Basuki Rahmad dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sambas.

KR perkotaan diantaranya KR Baturraden, KR Banua, KR Jompic Parepare, KR Batam, KR Liwa, dan KR Kendari. Sedangkan KR non perkotaan yang akan diresmikan, yaitu KR Kuningan, KR Katingan, KR Samosir, KR Wamena, KR Lombok, KR Sriwijaya, KR Pucak, dan KR Sambas. “KRS akan di-launching tahun 2019 bersama KR Kendari dan KR Pucak,” ujarnya.
Misni mengungkapkan, KRS telah memenuhi kriteria sebagai KR yang dapat diresmikan, karena memiliki lahan berkekuatan hukum tetap, memiliki lembaga pengelola yang definitif, memiliki fungsi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang KR, serta memiliki infrastruktur pendukung yang memadai pada zona penerima, zona pengelola, dan zona koleksi.
Dalam realisasinya, ujar Misni, LIPI akan melakukan pembinaan dan pengawasan teknis atas pembangunan KR di Indonesia hingga tercapai tahapan peresmian tahun 2015-2019, dan pengelolaan selanjutnya oleh kementerian atau instansi teknis, baik di tingkat pusat maupun daerah guna mendukung pembangunan dan peresmian KR. “Kita harap potensi ini mampu mengangkat nama daerah, karena sangat banyak potensi yang didapat dari kebun raya. Oleh karena itu, instansi terkait harus segera menyelesaikan segala persyaratan yang diperlukan dalam melancarkan proses persiapan launching kebun raya tahun 2019,” imbuhnya.
Reporter: Muhammad Ridho
Redaktur: Yuni Kurniyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here