Ban Pesawat Pecah, AP Tunggu Penjelasan Pihak Sriwijaya

EVAKUASI. Petugas bandara mengevakuasi pesawat Sriwijaya yang bannya pecah di Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, Selasa (9/10) siang—Warga for RK

eQuator.co.id – Kubu Raya-RK. Ban pesawat Sriwijaya SJ 186 pecah setelah mendarat di runway Bandara Internasional Supadio Pontianak di Kubu Raya, Selasa (9/10) siang. Pesawat jenis boing 737-800NG itu tiba dari Jakarta. “Ban yang pecah bagian belakang sebelah kanan. Ban pecah saat pesawat sudah mendarat,” kata District Manajer Sriwijaya Kalbar, Hermawan kepada sejumlah wartawan.

Ia memastikan, ban pecah bukan saat proses landing. Tapi saat pesawat dalam perjalanan masuk dari runway ke apron. Bahkan posisi pesawat sudah masuk ke area parkir pesawat (apron). Belum sampai ke garbarata. Penumpang yang sempat tertahan dalam pesawat kemudian diturunkan. “Pesawat tidak bisa lagi dipaksakan untuk jalan (menuju garbarata). Jadi penumpang dijemput menggunakan bus bandara,” jelasnya.

Sementara itu, GM Angkasa Pura II Bandara Internasional Supadio Pontianak, Jon Mukhtar Rita menyatakan, akibat insiden pecahnya ban pesawat Sriwijaya tidak menyebabkan korban baik dari penumpang maupun crew maskapai tersebut. “Dampak kejadian tersebut hanya menyebabkan penundaan, baik keberangkatan dan kedatangan sejumlah penerbangan selama sekitar satu jam dan kini sudah kembali normal,” katanya.

Ia menyebutkan, dua pesawat yang RTB atau kembali ke Jakarta (Batik Air) dan Batam (Lion Air). Sedangkan holding atau penundaan keberangkatan ada tiga pesawat. Lanjutnya mengatakan, untuk kerugian biaya, masih belum dapat disimpulkan. Kalau pun ada, tidak signifikan. Karena tidak ada kerusakan. Hanya ada baret alau lecet bekas gesekan ban di runway.

Pihak AP kata Jon, akan melihat perkembangan tindak lanjut dari pihak regulator. Termasuk menunggu penjelasan dari pihak Sriwijaya. “Nanti maskapai secara terpisah juga akan menjelaskan mengenai kondisi kejadian,” pungkasnya. (sul/oxa)