Warga Belanda Panik Pembantunya Jadi Mayat

MAYAT HAMPIR BUGIL. Pembantu rumah tangga, Indah Emilia ditemukan tidak bernyawa di kursi depan pintu WC di rumah majikannya yang berkebangsaan Belanda di Jalan Gunung Senujuh No. 47, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Senin (16/11) sekitar pukul 07.30. MORDIADI

eQuator – Singkawang-RK. Pembantu Rumah Tangga (PRT), Indah Emilia alias Elis, 60, ditemukan tidak bernyawa dengan posisi duduk di sofa depan WC, Senin (16/11) sekitar pukul 07.30. Mulut dan hidungnya berbusa serta hanya mengenakan celana dalam warna hitam.

Mayat warga Gang Duku No. 3, Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Pontianak Barat itu ditemukan di kediaman majikannya yang berkebangsaan Belanda, Cornelis Steffer di Jalan Gunung Senujuh No. 47, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

“Ketika saya bangun sekitar pukul 07.30, saya lihat rumah kok masih berantakan, saya panggil-panggil dia (pembantunya), kok tidak ada sahutan, lalu saya memanggil Aris di sebelah rumah, karena istri saya sedang di Pontianak, ada acara keluarga,” kata Cornelis.

Aris merupakan tetangga Cornelis yang biasa mengambil jasa menebas halaman rumah penduduk. Tidak cukup sulit dia memanggil tetangganya yang sedang di halaman tersebut.

Aris yang dipanggil Cornelis bersama kedua rekannya pun segera menghampiri dengan antusias. “Saya pikir mau dapat job menebas halaman rumahnya, karena saya lihat rumput di halamannya juga sudah panjang-panjang,” cerita Aris.

Namun, ketika Aris bersama kedua rekannya masuk ke rumah tersebut, Cornelis pun langsung menyuruhnya berbicara di telepon. “Saya disuruh bicara dengan istrinya melalui telepon, ibu Ririn yang sedang di Pontianak bersama anaknya,” ujarnya.

Melalui telepon itu, istri Cornelis pun menginstruksikan Aris untuk memanggil pembantunya. “Ibu Ririn bilang, biasanya dia (pembantu) bangun pukul 04.00, tetapi sampai sekarang (sekitar pukul 08.00) kok belum bangun juga. Gedor saja pintunya, kalau tidak bangun dobrak saja, begitu katanya,” ucap Aris menirukan ucapan Ririn.

Mendapat instruksi seperti itu, Aris bersama rekannya, termasuk Cornelis, pergi ke belakang menuju kamar pembantu. “Saya lihat pintunya tidak tertutup rapat, apanya yang mau didobrak, pas begitu saya buka, saya lihat dia tidak berpakaian, hanya mengenakan celana dalam dan mulutnya berbusa, saya bilang Astaghfirullah,” kata Aris.

Dengan pemandangan yang mengejutkan itu, Aris dan rekannya, termasuk Cornelis tidak berani mendekat. Hingga salah seorang di antaranya menghubungi Ketua RT setempat, untuk diteruskan kepada aparat kepolisian.

Aparat kepolisian yang dihubungi tersebut merupakan Babinkamtibmas Kelurahan Pasiran, Aipu Herman Jamani. “Begitu mendapat telepon dari Ketua RT, saya pun langsung ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Herman.

Setibanya di TKP, Herman mendapati mayat tersebut dalam posisi duduk di sofa di depan WC, hanya mengenakan celana dalam warna hitam, kakinya terbuka lebar, kepalanya mendongak di sandaran sofa, dari hidung dan mulutnya keluar busa.

Lantaran kondisi mayat tidak berbusana itu, Herman pun berinisiatif menutupnya dengan pakaian putih motif bola-bola. Selang beberapa waktu, beberapa petugas identifikasi pun berdatangan untuk melakukan olah TKP.

Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Sunarno mengatakan, ketika petugas datang, kondisi mayat duduk tanpa busana. Sehingga petugas berinisiatif untuk menutup mayat tersebut dengan pakaian. “Mayatnya dibawa ke rumah sakit untuk divisum,” ujarnya.

Dari TKP, kata Sunarno, petugas mengamankan gelas air minum yang terutup rapat di atas meja di bagian kanan mayat. “Kita belum mengetahui penyebab kematiannya, kita masih menunggu hasil visum, apakah ada tindakan kekerasan atau tidak, dan lainnya,” jelasnya.

Sunarno mengungkapkan, Indah Emilia tersebut belum sampai satu bulan bekerja di rumah warga berkebangsaan Belanda itu. Dia juga bekerja di Kafe Caisa di Jalan Diponogoro, milik istri Cornelis. “Istri warga Belanda itu sedang di Pontianak sejak Sabtu, katanya ada acara keluarga,” ujarnya.

Beberapa informasi yang berhasil dihimpun Rakyat Kalbar, Indah Emilia pada Minggu (15/11) malam masih bekerja di Kafe Caisa. Tetapi pulang lebih awal dari malam-malam biasanya.

Sepulang dari kafe, dia sempat meminta temannya untuk memijat pundaknya, sambil duduk-duduk di teras rumah majikannya yang jaraknya hanya beberapa meter dari Kantor Camat Singkawang Barat.

Indah Emelia meminta pundaknya dipijat, lantaran dia mengeluh masuk angin. Saat itu kondisinya memang nampak tidak sehat. Selang beberapa waktu, dia pun masuk ke kamarnya untuk istirahat. Pagi harinya dia sudah ditemukan tidak bernyata di atas sofa di depan pintu WC. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.