Soal Leadership, Midji Tekankan Pentingnya Integritas

Pembekalan Bagi Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran

11
PEMBEKALAN. Sutarmidji memberikan pembekalan kepada ratusan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Untan Pontianak di Ruang Amphiteater FK Untan, Rabu (15/8). Humas Pemkot for RK.

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Ratusan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak mendapat pembekalan dari Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Gubernur Kalbar terpilih ini menyampaikan materi tentang leadership atau kepemimpinan dalam kegiatan bertajuk Exploring Campus for New FK Untan Academician (EUREKA) di Ruang Amphiteater FK Untan, Rabu (15/8).
Dalam paparannya, pria yang karib disapa Midji itu menjelaskan pentingnya integritas bagi seorang pemimpin. Sebab, menjadi seorang pemimpin harus bisa berdiri tegak dengan wajah menghadap ke depan di hadapan orang-orang yang dipimpinnya. “Artinya, seorang pemimpin harus mempunyai integritas yang lebih baik dari pada orang yang dipimpinnya,” ujarnya.
Sebaliknya, apabila seorang pemimpin integritasnya buruk, maka orang itu tidak akan menjadi sosok pemimpin yang baik dan tidak bisa dijadikan tauladan. Selain itu, Wali Kota dua periode ini juga menyebut bahwa seorang pemimpin harus mampu mempengaruhi bawahannya untuk melaksanakan ide-idenya. “Sebab, walau ide-ide itu bagus tetapi kalau integritas pimpinan jelek, maka tidak akan ada yang mau melaksanakan ide-ide tersebut. Makanya saya bisa mengantarkan Kota Pontianak menjadi yang terbaik se Indonesia dalam berbagai hal,” terangya.
Kepada para mahasiwa baru ia berpesan supaya jangan memulai segala sesuatunya dengan keluhan. Bagaimanapun beratnya tantangan yang dihadapi, harus memutar otak untuk menyelesaikannya. “Jangan menangis, jangan cengeng karena menghadapi tantangan itu sebab kalian sudah dewasa. Dan ingat, jangan semuanya tergantung pada orang tua, kalian harus belajar mandiri,” pesannya memotivasi para mahasiswa.
Ia mengaku tidak pernah membaca literatur tentang kepemimpinan. Dia juga tidak bicara tentang teori kepemimpinan. Sebab menurutnya, teori apapun tentang kepemimpinan, tidak akan bisa mengalahkan pengalaman dan tempaan di dalam karir seorang pemimpin yang berhasil. “Teori kepemimpinan tidak bisa menjawab waktu di mana seorang menjadi pemimpin karena kebutuhan style kepemimpinan itu dinamis pada waktunya, tetapi karakter kepemimpinan perlu ditempa dari awal,” pungkasnya. (lid)