Sambas Jadi Wilayah Konservasi Bekantan

KONSERVASI BEKANTAN. Dokumentasi ‎Kepala BLH Sambas, Darsono ketika bertemu wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan yang berkunjung ke Kecamatan Pemangkat. BLH FOR RAKYAT KALBAR

eQuator.co.id – Sambas-RK. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sambas, Drs. Darsono mengatakan wilayahnya masuk dalam program konservasi bekantan.

Tujuannya menjamin keberlangsungan hidup hewan dilindungi. Agar habitatnya tetap terjaga. Apalagi banyak hamparan hutan di wilayah Kecamatan Paloh, Sambas, khususnya hutan mangrove yang masih dihuni hewan bekantan yang berhidung mancung ini.

“Sambas punya hamparan kawasan mangrove yang perlu sentuhan tangan pemerintah. Terutama untuk konservasi. Karena di beberapa kawasan mangrove itu ada yang menjadi tempat tinggal hewan dilindungi, seperti bekantan di kawasan Paloh. Ini sudah disampaikan serta disikapi Anggota DPR RI Daniel Johan pada kunjungan kerja di Kecamatan Pemangkat, Sambas, Mei 2016 lalu,” kata Darsono, Senin (27/6).

Menurut Darsono, program konservasi itu sangat diperlukan. Selain bisa memperbaiki kondisi lingkungan, juga memberikan nilai tambah masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Sepanjang aktivitas mereka tidak merusak kawasan tersebut.

“Saya pikir pemerintah pusat sangat mendukung upaya ini. Karena dibeberapa titik, terutama di kawasan pesisir, sudah mulai banyak yang terkikis akibat abrasi pantai. Makanya kita usulkan program konservasi Bekantan di Kecamatan Paloh,” ungkap Darsono.

Usulan program konservasi bekantan, dikatakan Darsono, melalui pertemuan bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Daniel Johan ketika berkunjung ke Kabupaten Sambas.

“Sudah saya jelaskan kondisi kawasan dilindungi dan habitat satwa dilindungi. Semua itu perlu sentuhan program konservasi dari pemerintah pusat. Sebab, cukup banyak hewan dilindungi bermukim di kawasan hutan mangrove yang akan diusulkan menjadi konservasi bekantan,” ujarnya.

Darsono berharap, melalui lembaga perwakilan rakyat, pemerintah daerah dan pusat, program konservasi ini bisa terwujud. Apalagi wilayah konservasi ini berada di wilayah perbatasan antarnegara. Tentunya ini sejalan dengan program pemerintah pusat, membangun dari daerah terpencil dan perbatasan.

“Mudah-mudahan saja ini bisa diperjuangkan. Sehingga program konservasi di Kabupaten Sambas ini bisa terealiasi,” harapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Daniel Johan menyambut baik program konservasi. Bahkan akan berupaya mengkomunikasikannya dengan kementerian terkait. Seiring upaya pemerintah daerah, agar sejumlah kawasan di Kabupaten Sambas, kondisi lingkungannya bisa terus dibenahi. Targetnya, Kabupaten Sambas bisa meraih penghargaan Adipura.

“Untuk penghargaan Adipura itu, kami akan berupaya maksimal, meningkatkan kualitas lingkungan di Sambas. Mudah-mudahan upaya yang dilakukan ini bisa membawa hasil yang baik pula,” kata Daniel Johan.

Laporan: M. Ridho

Editor: Hamka Saptono