Pelabuhan Internasional Kijing Bakal Picu Ekonomi Kalbar

H Subhan Nur

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Sejak Indonesia merdeka 73 tahun silam, Provinsi Kalbar belum memiliki pelabuhan laut bertaraf internasional. Bukan mustahil, hal ini yang menyebabkan perkembangannya menjadi tertinggal dibandingkan provinsi lainnya.

Alhasil, kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah pun sangat dinanti. Karena menjadi aspek pendorong kemajuan Provinsi Kalbar. “Kita harap progres pembangunannya bisa dipercepat,” kata Subhan Nur, Anggota DPRD Kalbar, Senin (25/2).

Sejauh ini, tambah dia, memang progres pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing cukup baik, hanya saja proses pembebasan lahannya yang berlangsung agak lama lantaran cukup banyak persoalan sehingga pihak terkait gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat yang lahannya terdampak atas pembangunan itu.

Atas koordinasi yang inten dilakukan dengan masyarakat, serta dibantu banyak pihak pula, akhirnya pembebesan lahan bukanlah persoalan yang berarti. Di mana pembangunan pelabuhan internasional itu terus berlanjut.

“Pembebasan lahan Tahap Pertama sudah selesai, dan kita sekarang masuk pada Tahap Kedua. Membebaskan lahan di bagian darat. Ini yang kita harapkan bisa cepat terselesaikan,” jelas Subhan.

Ia menyebut, eksekutif dan legislatif turut tidak hanya diam dalam merealisasaikan pelabuhan internasional kijing ini. namun dorongan yang diberikan sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi) masing-masing.

“Untuk Komisi I sendiri ini,  kan, membidangi pembebasan lahan. Jadi kita akan dukung, sesuai Tupoksi yang ada. Kita yakin pembangunan Tahap Pertama ini, pasti akan selesai,” kata Subhan.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Internasional Kijing ini kelak, tambah dia, tentu kapal-kapal negara lain akan masuk. Hal ini akan menyebabkan, proses ekpor dan impor menjadi lebih cepat.

 

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe