Optimis Pelabuhan Kijing Bisa Dorong Kemajuan Kalbar

PELABUHAN KIJING Gubernur Kalbar, Sutarmidji bersama Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono didampingi Bupati Mempawah, H Gusti Ramlana SSos dan Koordinator Satuan Kerja (Satker) PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo), M Nur Utomo mengunjungi proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Selasa (5/3). Humas Pemprov Kalbar for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Sejak Indonesia merdeka, Provinsi Kalbar belum memiliki pelabuhan laut bertaraf internasional. Bisa jadi ini salah satu penyebeb perkembangannya menjadi tertinggal dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia.

Namun dengan kehadiran Pelabuhan Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah diharapkan pembangunannya dapat dilakukan sesuai dengan target yang telah ditentukan. “Kita harap progres pembangunannya bisa dipercepat,” ujar Subhan Nur, Anggota DPRD Kalbar, Rabu (24/7).

Sejauh ini, memang progres pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing cukup baik, hanya proses pembebasan lahannya yang berlangsung agak lama namun pembangunannya sudah berjalan hingga proses tahap kedua dan seterusnya. “Pembebasan lahan Tahap Pertama sudah selesai,” katanya.

Ia memastikan DPRD Provinsi Kalbar akan tetap mendukung pembangunan Pelabuhan Internasional Kijing, sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi). “Untuk Komisi I sendiri ini kan, membidangi pembebasan lahan. Jadi kita akan dukung, sesuai Tupoksi yang ada,” paparnya.

Dengan beroperasinya Pelabuhan Internasional Kijing ini kelak, tambah dia, tentu kapal-kapal negara lain akan masuk. Hal ini akan menyebabkan, proses ekspor dan impor menjadi lebih cepat.

Sementara di sisi lain, pemerintah khususnya dalam pengelolaan pelabuhan internasional kijing, sebelum di operasionalkan harus dibarengi dengan regulasi.

“Agar saat pembangunannya sudah selesai, regulasi juga sudah rampung sehingga tidak menghambat opriasonalnya nanti,” pungkasnya.

 

Reporter: Gusnadi

Redaktur: Andry Soe