Loading Ram Pabrik, PTPN XIII Terbakar

155
LOADING RAM. Lokasi penampungan buah sawit milik PTPN XIII Ngabang yang terbakar, Minggu (11/12). ANTONIUS

eQuator.co.id – Ngabang-RK. Penampungan buah atau loading ram Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN XIII Ngabang terbakar, Minggu (11/12) pukul 22.00.

Karyawan pabrik melaporkan peristiwa itu ke manager PKS, Sarwono. Setelah menerima kabar dari anak buahnya, Sarwono langsung mendatangi lokasi pabrik. Tak lama disusul armada mobil pemadam kebakaran milik Badan Pemadam Api Swasta (BPAS) Ngabang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak.

“Akibat dari kebakaran itu, sembilan loading ram dari 20 unit yang ada hangus terbakar,” kata Sarwono ditemui di lokasi pabrik, Senin (12/12).

Sarwono mengaku, saat kejadian, pabrik PTPN XIII tidak mengolah buah sawit. Terakhir mengolah sawit pada Sabtu malam lalu. Sebelum terbakar, dirinya sudah mengotrol di sekitar pabrik. Peristiwa kebakaran itu terjadi begitu cepat.

“Saya pulang ke rumah setelah selesai mengontrol pabrik. Sekitar setengah jam kemudian ada anak buah saya yang melapor, bahwa loading ram terbakar. Saya langsung menuju lokasi kebakaran itu,” ujar Sarwono.

Dia melihat api begitu besar membakar loading ram. Beberapa karyawan pabrik berusaha memblok api agar tidak menjalar ke loading ram lainnya.

“Kondisi api semakin membesar. Saya langsung menelepon pemadam kebakaran milik yayasan di Ngabang dan milik Pemkab Landak. Sekitar dua jam lebih api dapat dipadamkan. Sedangkan paginya kami masih memadamkan sisa-sisa api yang kecil, khawatir membesar kembali tertiup angin,” jelas Sarwono.

Meskipun sembilan loading ram hangus, namun tidak mengganggu proses pengolahan buah sawit di pabrik milik perusahaan BUMN tersebut. Buah sawit masih bisa diolah menggunakan loading ram yang lainnya.

“Saya sendiri tidak menyangka terjadi kebakaran loading ram. Padahal pada saat kebakaran, pabrik tidak beroperasional. Apalagi pada saat itu cuaca hujan. Kami tidak tahu apa penyebab kebakaran tersebut. Mungkin dibawah loading ram itu ada tumpukan sampah. Lalu sampah itu terbakar,” ungkap Sarwono. (ius)