Lestarikan Seni Budaya Ratib Saman

Tim Revitalisasi Balai Bahasa Kalbar Kunjungi Sambas

313
Tim Revitalisasi Balai Bahasa Propinsi Kalbar foto bersama pelaku seni Ratib Saman usai pementasan Ratib Saman di Ruang SMKN 1 kecamatan Teluk Keramat

eQuator – Sambas. Selama tiga hari, Kamis-Sabtu (29-31/10) lalu, Tim Revitalisasi Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat berkunjung ke Dusun Sebadi, Desa Trimandayan, Kecamatan Teluk Keramat. Tim melihat langsung penampilan seni budaya Ratib Saman yang kental dengan budaya Islam.

Ketua Tim Revitalisasi Tradisi Melayu Sambas dari Balai Bahasa Kalbar, Musfeptial SS MHum menjelaskan, timnya ingin mengangkat kembali Ratib Saman. Upaya penggalian data terhadap seni budaya tempo dulu itu dilakukan secara langsung dengan mewawancarai para pelaku seni.

Musfeptial menegaskan, wawancara juga dilakukan kepada penonton yang menyaksikan penampilan seni budaya Ratib Saman yang ditampilkan seniman dari Dusun Sebadi, Desa Trimandayan, Kecamatan Sekura di SMKN 1 Kecamatan Teluk Keramat. “Setelah menyaksikan penampilan Ratib Saman, kita langsung berdialog bersama pelaku seni Ratib Saman dan penonton,” jelasnya.

Sementara itu, Yuhendri, pecinta seni budaya Kabupaten Sambas yang mendampingi Tim Revitalisasi Balai Bahasa ke Kabupaten Sambas mengungkapkan, tim mendatangi langsung pelaku seni, menyaksikan dan berdialog tentang syair Ratib Saman yang menyerupai membaca ayat suci Alquran.

Yuhendri menjelaskan, seni budaya Ratib Sambas sangat identik dengan Islam. Keberadaan Ratib Saman membuktikan bahwa kerajaan Melayu Sambas sangat berpegang teguh pada ajaran Islam. “Tidak banyak masyarakat Kabupaten Sambas yang mengenal seni budaya Ratib Saman, dan tidak tahu kapan seni budaya bernuansa Islam ini masuk ke Sambas, siapa yang membawa dan siapa yang memperkenalkannya. Sehingga sangat penting bagi kita untuk terus mengangkat seni budaya Ratib Saman,” jelas mantan Kasi Budaya Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas ini.

Bisa saja, jelas Yuhendri, keberadaan seni budaya Ratib Saman erat kaitannya dengan sejarah masuknya Islam di Sambas, karena dulunya Kerajaan Sambas merupakan kerajaan besar. Saat itu, tidak sedikit pedagang Muslim datang di Kerajaan Sambas. Hal ini dikuatkan dengan adanya perjanjian dagang Islam pertama kali di Indonesia yang dilakukan oleh Kerajaan Sambas. Bahkan, fakta ini masih tersimpan di Arsip Nasional, sehingga muncul berbagai asumsi apakah Ratib Saman ini berasal dari Arab atau pedagang Muslim. “Kita harap kunjungan Tim Revitalisasi Tradisi Melayu Sambas yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Kalbar dapat mengangkat kembali seni budaya kita. Sehingga seni budaya ini tetap lestari,” harapnya. (edo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here