Hotel Garuda Pontianak Hadirkan Kuliner Kekinian

eQuator.co.id-Pontianak. Selain memiliki service terbaik dari sisi kamar hotel, Hotel Garuda Pontianak juga kerap menghadirkan kuliner khas yang dapat memanjakan lidah pengujungnya.

Satu diantaranya yakni Sate Thaican, makanan dengan bahan baku ayam ini dapat di jumpai di hotel yang terletak di Jl. Pahlawan kota Pontianak. Biasanya menu yang satu ini kerap dinikmati sebagai cemilan, namun di Hotel Garuda menu yang satu ini juga dapat dinikmati sebagai sajian menu utama.

“Nah! Bicara soal sate, biasanya kuliner ini biasanya selain satenya bumbu khas yang digunakan kuah kacangnya, beda dengan sate Thaican yang kini lagi hits, satenya dipanggang seperti biasa, namun cocolannya beda, ada sambal kemudian ada bawang putih goreng yang dicampur dengan penyedap kaldu jamur,” ucap Chef Hotel Garuda Pontianak, Irwandi.

Selain sate Thaican, menu andalan lainnya, yaitu ada Iga sapi asam pedas. Berbeda dengan kuliner asam pedas yang biasanya menggunakan ikan, namun chef Hotel Garuda ini meraciknya dengan citarasa yang berbeda.

“Untuk bumbu asam pedasnya sama seperti bumbu asam pedas lainnya, namun kita gunakan iga sapi tidak pakai ikan, sehingga ini menjadi andalan kita sebab berbeda dari yang lainnya,” ucapnya

Selain itu, menu lainnya yang dihadirkan di hotel bintang tiga ini, yakni prawn butter udang yang digoreng dengan telur, sehingga jika dipandang sekilas hampir mirip dengan sarang semut.

“Juga ada sapo tahu, capcay, ikan dori dan berbagai macam menu lainnya yang kita suguhkan untuk tamu kita, bahkan di tiap bulannya kita akan menghadirkan menu-menu baru untuk memanjakan lidah pelanggan,” terangnya

Selain itu, Gatot Prasetyo, Manager Hotel Garuda Pontianak menyebutkan, bahwa dengan menghadirkan beragam kuliner, pihaknya ingin memberikan alternatif akomodasi di Pontianak yang tidak kalah dengan hotel lain.

“Sebab selain fokus ke kamar hotel dan hiburan, kita juga ingi melakukan perubahan salah satunya dengan melalui produk makanan dengan harga yang relatif terjangkau,” ungkapnya

Disamping itu, lanjut Gatot, terkait okupansi hotel sendiri, lanjut dia, sejauh ini masih belum menunjukkan kenaikan yang siginifikan, hanya diangka 30-35 persen, akan tetapi ada kenaikan dari periode sebelumnya.

“Penurunan dari sisi hunian ini terjadi tentu lantaran terjadinya pandemi yang cukup berdampak, sehingga kita lebih prioritas ke entertaimentnya, dan saat ini kita coba menghidupkan kembali dengan gencar melakukan promosi secara online,” terang Gatot. (Ova)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!