36 PIA Darmabakti di Desa Lumbang

Wakil Bupati Sambas, Dr Pabali Musa MAg bertukar cinderamata bersama salah satu Duta Pemuda Australia pada acara serah terima PPIA, Senin (14/12) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. M Ridho/Rakyat Kalbar

eQuator – Sambas. Selama 28 hari dari tanggal 14 Desember 2015 hingga 11 Januari 2016, sebanyak 36 Pemuda Indonesia-Australia (PIA) akan melaksanakan darmabakti di Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) ini fokus pada bidang pendidikan bagi masyarakat.

“Terima kasih Kabupaten Sambas dipercaya sebagai tempat kegiatan PPIA selama satu bulan. Semoga banyak manfaat yang didapat dari kegiatan pertukaran pemuda ini,” kata Pabali didampingi beberapa pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sambas ketika menerima kedatangan peserta PPIA di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (14/12).

Dia berharap, kegiatan ini mampu memperkuat jalinan hubungan yang harmonis di berbagai bidang antara Indonesia dan Australia, karena para duta pemuda memiliki peranan besar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan para pemuda memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan negara ke depan. “Pemkab Sambas mengucapkan selamat datang, dan selamat mendarmabaktikan diri di Kabupaten Sambas, khususnya di Desa Lumbang,” ucapnya.

Saat ini, terang Pabali, Kabupaten Sambas sedang musim buah durian dan rambutan. Pabali berharap, mereka bisa menikmati kedua buah-buahan tersebut selama melaksanakan kegiatan di Kabupaten Sambas. “Segera membaur bersama masyarakat setempat, karena program ini sangat baik bagi pemuda antara negara guna memperkuat hubungan antar negara,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelusuran, Asisten Deputi Pendekatan Sumber Daya Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Suyadi Pawiro SIP mengatakan, PPIA merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pemerintah Indonesia dan Australia sejak tahun 1982. Kabupaten Sambas baru pertama kali menjadi lokasi kegiatan ini. “Kegiatan ini bagian dari MoU antara Indonesia-Australia yang dilaksanakan oleh Australia Indonesia Institut (AII),” jelasnya mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Kemenpora berterimakasih atas sambutan dari Pemkab Sambas, dan menyerahkan 36 PIA untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Semoga kehadiran pemuda Indonesia dan Australia dapat memberikan manfaat bagi daerah, tentunya hubungan antara negara,” harapnya.

Sedangkan Desain Officer PPIA dari Kemenpora RI, Desi Verianti mengatakan, peserta akan melakukan pemberdayaan masyarakat (community development). Para PIA akan membuat proyek bekerjasama dengan masyarakat, seperti kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, olahraga dan bidang lain. “Para pemuda antar negara ini terdiri dari berbagai elemen, baik mahasiswa ataupun yang sudah bekerja berusia 21 tahun hingga 25 tahun,” ungkap Desi.

Indonesia maupun Australia, papar Desi, masing-masing mengikutsertakan 18 pemuda dari 18 provinsi di negaranya. “Kegiatan ini diharapkan memotivasi warga dan anak-anak di lokasi kegiatan, agar berpandangan luas tentang budaya luar dan dalam negaranya,” ulasnya.

Tahun ini, jelasnya, para pemuda lebih fokus pada bidang pendidikan. Sebab, setelah dilakukan survei oleh panitia sebelum penempatan peserta PPIA, di Desa Lumbang masih menghadapi permasalahan di bidang pendidikan. “Melalui kegiatan ini diharapkan bisa memotivasi anak-anak di Desa Lumbang, supaya mendapat pendidikan yang lebih tinggi lagi,” harapnya.

 

Reporter: Muhammad Ridho

Redaktur: Yuni Kurniyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.