Startup Pontianak Diambil Negara Luar

BIMP-EAGA Kagum, Pemkot Ciptakan Banyak Anak Muda Kreatif

31
BIKIN KAGUM. Delegasi ICT BIMP-EAGA mendapatkan penjelaskan mengenai Pontive Center milik Pemkot Pontianak di kantor Wali Kota, Jumat (21/9). Gusnadi-RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Kota Pontianak dengan segala inovasinya menarik minat negara-negara Asean Tenggara yang tergabung dalam East Asean Growth Area (BIMP-EAGA). Lantaran BIMP-EAGA menilai, startup di Kota Pontianak sangat berkembang. Kedatangan rombongan BIMP-EAGA disambut langsung oleh Plt Wali Kota Pontianak beserta jajarannya.
“Kagum saat mengetahui bahwa aplikasi-aplikasi yang digunakan di Pemkot Pontianak developer atau pengembangnya adalah karya anak-anak muda,” ucap Chairman of Information and Communication Technologies (ICT) Cluster BIMP-EAGA, Benyamin Sura, usai mengelilingi beberapa sudut kantor Wali Kota Pontianak, Jumat (21/9) pagi.
Dia menilai, anak-anak muda Kota Pontianak sangat kreatif. Selain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung, startup Kota Pontianak sangat berkembang.
“Misalnya kita coba kemarin presentasi startup asal Pontianak, itu langsung disambut baik oleh Filipina. Mereka langsung menjalin kerja sama dalam sebuah MoU,” paparnya.
Startup asal Kota Pontianak yang ada diantaranya bidang kelautan, perdagangan dan kesehatan. Startup ini mendapat sambutan baik dari Filipina, Malaysia dan Brunei Darussalam.
“Kemarin sudah MoU untuk kerja sama startup. Startup itu akan mereka gunakan di sana,” sebutnya.
Startup lokal yang dikembangkan developer Pontianak akan mendapat bagian bisnis dengan negara-negara BIMP-EAGA yang menjalin MoU. Apalagi, setelah delegasi dari Filipina mendengar besaran biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan startup di Pontianak sangat murah. Sehingga mereka terkagum-kagum. Biaya tersebut bisa ditekan seminim mungkin lantaran pihak Pemkot Pontianak menggandeng kerja sama dengan operator telekomunikasi.
“Misalnya, operator telekomunikasi mendirikan tower sekaligus pemasangan CCTV. Jadi tidak perlu bangun sendiri. Bandwith untuk kelancaran koneksi internet juga disediakan pihak operator sehingga biayanya bisa sangat murah,” tutur Benyamin.
Sementara itu, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Kota Pontianak sudah menerapkan smart city dalam rangka memberikan pelayanan tercepat pada masyarakat. Pihaknya dominan mengikutsertakan anak muda dalam pengoperasionalnya, terutama soal IT.
“Kita memanfaatkan startup karya anak muda yang ada membuat aplikasi-aplikasi. Sehingga bisa menjadi sebuah potensi karena biaya murah dan dapat meningkatkan startup hasil karya anak-anak muda Pontianak,” terangnya.
Menurutnya, Pemkot Pontianak terus berupaya mencetak inovasi-inovasi baru dengan memanfaatkan teknologi. “Sehingga terwujud pelayanan yang mudah, cepat dan murah,” imbuh Edi.
Salah seorang Delegasi asal Filipina, Erlito Tancontian menuturkan, sejak Pontianak sudah berkonsep smart city, keterhubungan antar sektor sudah terbangun dengan baik dan cepat. Ia menilai, kesiapan infrastruktur juga telah disediakan Pemkot Pontianak dengan baik dan progresif.
“Ini hal yang sangat bagus karena dalam pengelolaan pemerintahan memanfaatkan teknologi,” kata warga Filipina yang mengaku baru pertama kali berkunjung ke Pontianak ini.
Senada, delegasi asal Malaysia, Disney Lay menyebut, dari sisi manajemen dan pengawasan menggunakan teknologi oleh Pemkot Pontianak dinilainya sebagai hal yang bagus.
“Ini merupakan suatu yang mengagumkan, memanfaatkan sumber-sumber yang ada untuk mengembangkan konsep smart city,” sebutnya.
Disney mengaku kagum cara Pemkot Pontianak memanfaatkan sumber daya yang ada dengan kolaborasi bersama operator telekomunikasi. Setiap operator yang mendirikan tower disyaratkan memasang CCTV yang terhubung dengan Pontive Center milik Pemkot Pontianak. “Saya yakin dalam waktu mendatang Pontianak akan semakin lebih maju lagi, sebab memanfaatkan local talent,” tutupnya.

 

Laporan: Gusnadi

Editor: Arman Hairiadi