Sempat Kehabisan Logistik, Helikopter Pengirim Makanan Nyasar ke Malaysia

Kisah Beratnya Satgas Yonif 621/Manuntung Menembus Blank Post Area Perbatasan (1)

85
MEMBANGGAKAN: Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan S.Sos diapit dua dari sembilan personel yang menyelesikan misi patroli patok dan didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Nunukan. ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

Sembilan personel Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung sudah menyelesaikan misi patroli patok. Ini merupakan Satuan Tugas (Satgas) pertama dari 17 satgas yang telah bertugas di Nunukan. Selama 31 hari, mereka sudah berhasil menyisir 368 patok di perbatasan.
ASRULLAH, Nunukan

eQuator.co.id – USAI mengikuti upacara peresmian kantor Komando Rayon Militer (Koramil) 0911-08 di kecamatan Nunukan Selatan, dua dari sembilan personel satgas, yang berhasil melaksanakan patroli patok hingga ke daerah blank post, mendapatkan penghargaan atas prestasinya.

Karena berhasil menyisir area blank post. Yang tidak terjamah selama 41 tahun.
Sembilan personel Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif 621/Manuntung memang telah menyelesaikan patroli patok. Dimulai sejak 15 Januari hingga 14 Februari, sejumlah hal mencengangkan mereka dapati.

Patok yang dipasang bersama-sama antara Indonesia-Malaysia pada 1977 silam tidak pernah menjadi rute patroli sejumlah Satgas yang telah bertugas sebelumnya di Nunukan.
Sebab, sepanjang 24 kilo meter merupakan blank post area.

Bahkan, telepon satelit yang dibawa untuk menelusuri patok saat memasuki wilayah tersebut juga tidak berfungsi. Kondisi tersebut membuat Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Irham Waroihan SSos khawatir. Bagaimana tidak, sejak 2006 hingga saat ini tercatat sudah 17 satgas yang bertugas di Nunukan tak pernah melakukan patroli di blank post area.

Diceritakannya, kondisi medan sangat ekstrim, sulit untuk dijangkau. Sehingga, sembilan personel yang ditugaskan saat melakukan patroli sempat ingin ditariknya. Namun, dengan semangat pantang menyerah, dedikasi yang tinggi, sembilan personel bersikukuh untuk bertahan. Patroli tetap dilanjutkan ke blank post area dan berhasil menelusuri patok C 002 hingga C 481 yang tak pernah dijamah sejak 41 tahun silam.

Selain itu, blank post dari patok B 3499 hingg C 481 dari arah timur menuju barat tidak pernah terpantau oleh satgas sebelumnya. Serta, blank post area dari patok B3499 hingga C 011 terakhir kali dipatroli pada 2012 melalui pasukan khusus dengan ekspedisi khatulistiwa.
“Pada minggu kedua personel ini ingin saya tarik, karena sangat riskan.

Tetapi mereka ingin tetap maju,” ujar Irham, sembari memperlihatkan bulu kuduknya yang merinding ketika menceritakan perjuangan prajuritnya, kepada Radar Nunukan (Jawa Pos Group), Kamis (22/2).

Sebelum menembus blank post area sepanjang 24 kilometer, sembilan personel ini haru menempuh perjalan dengan berjalan kaki sekitar 60 kilometer. Dengan medan yang begitu sulit dilalui, personel ini terus melanjutkan perjalanan dari satu patok ke patok lainnya.
Mereka melalukan ploting koordinat puluhan patok dari 368 patok.

Nantinya ploting itu bakal menjadi standar operasional prosedur (SOP) bagi satgas yang bertugas berikutnya ketika melakukan patroli.

Patroli dilaksanakan selama 31 hari dengan menempuh jarak sekitar 160 kilometer. Perjalanan antarpatok memakan waktu 20 hari. Sedangkan, 11 hari dihabiskan untuk kembali ke lokasi awal.

Daerah blank post berada di ketinggian 1.100 meter hingga 1.897 meter dari permukaan laut. Dengan suhu berkisar 5-10 derajat ketika pagi hari dan 15 derajat hingga 20 derajat pada malam hari.

Selain medan yang berat, kesulitan juga harus dilalui para personel ketika stok makanan mereka menipis. Upaya pertolongan untuk memenuhi stok makanan menggunakan helikopter menemui kesulitan.

Lokasi para personil yang berpatroli tersebut sulit ditemukan. Bahkan helikopter sempat tersesat dan memasuki kawasan Malaysia sejauh 1,5 kilometer.

“Bisa dibayangkan sulitnya medan yang dilalui. Karena, helikopter saja harus nyasar masuk wilayah Malaysia,” pungkas Irham. (bersambung/Radar Nunukan/JPG)