Pramuka Tak Boleh Terkesan Kuno

14
HUT PRAMUKA ke-57. Bupati Jarot Winarno bersama para peserta apel pada peringatan HUT ke 57 Pramuka besutan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sintang, di lapangan sepakbola Kodim 1205 Sintang, Selasa (14/8). Benidiktus Krismono-RK
HUT PRAMUKA ke-57. Bupati Jarot Winarno bersama para peserta apel pada peringatan HUT ke 57 Pramuka besutan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sintang, di lapangan sepakbola Kodim 1205 Sintang, Selasa (14/8). Benidiktus Krismono-RK

eQuator.co.idSintang-RK. Pramuka sangat berpengaruh positif kepada anak-anak. Agar karakter mereka terbentuk menjadi baik, disiplin, dan bertanggung jawab.

Selasa (14/8), Bupati Jarot Winarno memimpin langsung apel besar peringatan HUT ke-57 Pramuka yang dibesut oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sintang di lapangan sepakbola Kodim 1205 Sintang. “Gerakan Pramuka yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote, dari pelosok desa terpencil sampai ke kota, salah satunya di Kabupaten Sintang, merupakan garda terdepan perekat persatuan dan kesatuan bangsa,” papar Jarot.

Itu sebabnya, HUT ke-57 ini mengangkat tema “Pramuka Perekat NKRI”. Hal ini menegaskan bahwa gerakan Pramuka konsisten dan fokus mendidik karakter kaum muda Indonesia untuk bersatu menjaga persatuan dan kesatuan. Demi utuhnya NKRI.

“Untuk itu, saya mengimbau, khususnya kepada para orangtua dan guru yang ada di Kabupaten Sintang, agar memberikan kesempatan sekaligus dukungan kepada putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing,” pintanya.

Selain itu, ia mengingatkan, Pramuka hendaknya dapat mengikuti perkembangan zaman. Tidak terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini.

“Karena sebagian besar adik-adik anggota Pramuka merupakan generasi cyber yang online, selalu update status, dan mengungkapkan kondisi secara realtime dalam media sosial,” terang Jarot.

Nah, lanjut dia, tantangan bagi para pembina Pramuka dan para pelatih: harus belajar terus menerus untuk dapat mengembangkan dan menerapkan teknologi pendidikan. “Yang up to date tanpa melupakan prinsip dasar dan metode kepramukaan bagi para pembina Pramuka,” tuturnya.

Jarot juga berpesan, tahun politik sekarang ini, yang ditandai dengan telah diselenggarakannya Pilkada serentak, dilanjutkan dengan pemilihan legislatif dan presiden tahun depan, tentunya bisa saja menimbulkan gejolak sosial. Gejolak yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya berharap anggota Pramuka di seluruh jenjang hendaknya dapat memberikan kesejukan dan jangan terlibat dalam hiruk-pikuk perpolitikan secara khusus di Kalbar ini,” pungkasnya.

Ditambahkan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sintang, Junaidi, momen pertama dalam rangka memperingati HUT Pramuka di Kabupaten Sintang tahun 2018 ini adalah dilaksanakannya perkemahan bakti Penggalang dan Penegak. Diikuti gugus depan di 7 kecamatan.

“Dengan inti kegiatannya ialah latihan kemasyarakatan untuk membentuk karakter diri, yaitu seorang Pramuka yang sangat mandiri yang ditempa melalui perkemahan,” terangnya.

Perkemahan akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penilaian tenda, masak-memasak, seni budaya, baris berbaris, dan lainnya. Yang paling penting, menurut Junaidi, adalah pengabdian masyarakat.

“Mereka membersikan tempat ibadah, lingkungan, agar mereka bisa menyatukan diri dengan masyarakat sehingga mereka peduli dengan lingkungan,” paparnya.

Tema yang diangkat, yakni Pramuka Perekat NKRI merupakan tema nasional. Sebab, ia menerangkan, Pramuka merupakan cara terdepan dalam menangkal atau mencegah terjadinya perpecahan sesama anak bangsa.

“Karena memang dalam Pramuka itu dibentuk karakter setiap anggotanya yang agamais, nasionalis, dan mencintai negerinya, serta budayanya, tanpa harus membeda-bedakan,” pungkas Junaidi. (ben)