Pawai Obor Meriahkan Hari Pramuka

PAWAI OBOR. Ribuan anggota pramuka mengikuti pawai obor dalam peringatan Hari Pramuka ke 58 di Kabupaten Melawi. (DEDI IRAWAN/RK)

eQuator.co.id – MELAWI-RK. Memperingati Hari Pramuka ke 58 tahun 2019, Kwarcab Gerakan Pramuka Melawi mengadakan pawai obor, Selasa (20/8) malam. Pawai tersebut berpusat di kawasan Tugu Perjuangan Kota Nanga Pinoh.

Kegiatan itu dibuka Bupati Melawi yang juga Ketua Mabicab Gerakan Pramuka, Panji, didampingi Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Melawi, Abang Tajudin.

Ketua Panitia Pawai Obor, Sujail Akro mengungkapkan, pawai obor diikuti oleh sekitar 2.000 siswa siswi tingkat SD, SMP dan SMA dari 25 sekolah yang tersebar di Kabupaten Melawi.

“Pawai obor ini juga memperbutkan piala dan uang pembinaan,” paparnya.

Lomba pawai obor ini menampilkan berbagai bentuk dan ragam kreasi yang inovatif dan konstruktif. Berdasarkan keputusan dewan juri, pemenang lomba pawai obor untuk tingkat Siaga, juara 1 SDN 6 Naga Pinoh, juara SDN 13 Nanga Pinoh dan juara 3 SDN 2 Nanga Kayan.

Untuk tingkat Penggalang, juara 1 diraih SMPN 1 Nanga Pinoh, juara 2 SMPN 2 Nanga Pinoh dan juara 3 disabet SMP Setya Budi Nanga Pinoh. Sementara untuk tingkat Penegak, juara 1 SMAN 1 Nanga Pinoh, juara 2 SMA Kristen Ekklesia dan juara 3 SMKN 1 Nanga Pinoh.

Di tempat yang sama, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Melawi, Abang Tajudin, mengapresiasi pelajar yang mengikuti pawai obor. Menurutnya, pawai obor tahun ini memiliki peserta terbanyak dibandingkan pada kegiatan yang sama sebelumnya.

Ia mengatakan, tak hanya pawai obor, pihaknya juga akan mengadakan serangkaian kegiatan Pramuka di tahun ini, antara lain Upacara Hari Pramuka dan Perkemahan Wilayah Regional V bulan September di Kecamatan Ella Hilir, Perkemahan Wira Karya Tingkat Daerah bulan Oktober di Mempawah, Perkemahan Pertikawan Saka Wanabhakti Tingkat Nasional bulan November di Cibubur dan Perkemahan Pramuka Wilayah Regional V bulan Desember di Kecamatan Tanah Pinoh.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Melawi yang selalu mensuport dan mendukung kegiatan Pramuka di Melawi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Melawi, Panji sebelum melepas keberangkatan peserta pawai obor mengatakan, Pramuka adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga. Kegiatannya menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis dan dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang sasaran akhirnya membentuk watak akhlak dan budi pekerti luhur. Untuk itu, gerakan Pramuka harus melakukan terobosan jangan berpikir linier, jangan terjebak dengan cara-cara rutinitas dan menonton.

“Gerakan Pramuka harus memakai cara-cara kreatif cara-cara kekinian cara-cara yang lebih dekat dengan generasi milenial untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air di dalam diri setiap anggota gerakan Pramuka. Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Tersentuh lah rasa cinta bangkitkan rasa bangga sebagai generasi muda pada tanah air kita Indonesia sehingga benar-benar tertanam didalam diri setiap anggota gerakan Pramuka,” katanya.

Panji mengaku yakin generasi muda Indonesia adalah generasi yang unggul, generasi yang hebat generasi yang kreatif, petarung dan bukan generasi pecundang.

“Teruslah berkreasi berkarya dalam wadah gerakan Pramuka. Isilah waktu muda kalian dengan kegiatan yang positif yang produktif untuk kemajuan tanah air kita tercinta Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, pramuka bukan hanya sebagai wadah latihan baris-berbaris, cara membangun tenda atau membuat simpul tali saja. Tetapi Pramuka adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Melalui gerakan Pramuka ini dapat dijadikan sebagai tempat dilahirkan calon-calon pemimpin bangsa di masa depan karena gerakan Pramuka membentuk manusia-manusia Panca Pancasila yang tangguh hebat, mulia dan inovatif.

“Gerakan Pramuka yang menekankan pendidikan dan pembentukan karakter berperan sangat penting. Beberapa waktu belakangan ini terjadi permasalahan yang cukup kritis dalam kehidupan bermasyarakat seperti penyalahgunaan narkoba, tawuran, masih banyak yang sikap intoleransi hingga penggunaan media sosial yang dipenuhi ujaran kebencian, kabar bohong dan pornografi masih kerap terjadi yang dapat memecah belahkan bangsa dan mengancam keutuhan NKRI yang harus ditanggulangi bersama-sama dalam membentuk generasi muda Indonesia yang rela menolong dan tabah cinta tanah air berani dan siap mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945,” paparnya.

Indonesia merupakan bangsa yang beragam majemuk, punya 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa lokal dan ini harus disyukuri. Panji mengapresiasikan gerakan Pramuka yang telah memberi contoh bagaimana memperindah keberagaman.

“Perbedaan agama ras suku dan golongan dalam gerakan Pramuka semuanya bisa menyatu semuanya bisa bermusyawarah semuanya merasa bersaudara dengan semangat persatuan dan perdamaian semua itu sesuai dengan golongan semua itu sesuai dengan slogan negara kita yaitu Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Ia berpesan agar anggota Pramuka terus berusaha mengembangkan, meluaskan ketrampilan, kemampuan, dan wawasan, supaya Pramuka Melawi khususnya semakin baik.

“Melalui gerakan Pramuka, kita ingin membentuk sebuah karakter dan bertakwa, sehingga mampu membangun diri berakhlak yang mulia,” pungkasnya. (Ira)