Gerakan Pramuka Relevan dengan Perkembangan Zaman

FOTO BERSAMA. Foto bersama Pramuka Kecamatan Menjalin setelah upacara peringatan HUT Pramuka, kemarin. Pramuka penting bagi generasi penerus bangsa. (Antonius-RK)

eQuator.co.id – NGABANG-RK. Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyampaikan pentingnya Pramuka untuk menambah semangat pengabdian pada masyarakat, bangsa dan negara.

“Siapa yang mengamalkan Satya dan Dharma Pramuka, rasa bangga sebagai Pramuka siap sedia membangun keutuhan NKRI. Pramuka memiliki budaya kerja yang dilandasi pengabdiannya,” ucapnya dalam peringatan hari Pramuka tahun 2019, kemarin.

Karol menyebutkan, Pramuka memiliki perjalanan panjang dalam membangun keutuhan NKRI.

“Kegiatan kepramukaan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan organisasi Pramuka Indonesia sebagai bagian dari organisasi kepanduan dunia,” jelas Karolin.

Sementara itu, peringatan HUT Pramuka juga dilaksanakan di Kecamatan Menjalin, Rabu (14/8). Camat setempat, Hendri memimpin langsung upacara tersebut.

“Kegiatan ini merupakan ekstrakurikuler di  sekolah. Kepramukaan merupakan salah  satu kegiatan untuk membentuk karakter  generasi penerus yang cinta kepada NKRI, dan mencegah paham-paham radikal,” ujar Hendri.

Hendri menyebutkan, manusia menjadi faktor penentu dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi saat ini. Maka itu lewat gerakan Pramuka mampu membangun manusia yang memiliki karakter serta membangun bangsa yang memiliki watak yang kuat. Bukan hanya membangun manusia atau pemuda cerdas yang menguasai ilmu pengetahuan.

“Tetapi kita juga membangun pemuda yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya, menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia,” katanya.

Dia optimis Gerakan Pramuka mampu menciptakan generasi muda yang sanggup menghadapi tantangan global. Sanggup menghadapi berbagai persoalan negeri ini, serta sanggup untuk menatap masa depan dengan baik.

“Oleh karena itu Pramuka masih dan akan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” kata Hendri.

 

Laporan: Antonius

Editor: Andriadi Perdana Putra