Pidato Perdana Gubernur Menjadi Catatan Penting Parlemen Kalbar

H Suriansyah: Dalam Menyusun RPJMD Kalbar

17
Diabadikan. Pimpinan DPRD Provinsi Kalbar beserta sejumlah anggota dewan yang terhormat diabadikan bersama Gubernur Sutarmidji dan Wagub Ria Norsan. Usai menyampaikan pidato perdana Gubernur Kalbar dalam paripurna istimewa di Balairung Sari, Gedung Parlemen Kalbar, Senin (10/9). Andry Soe/Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Pidato perdana Gubernur Kalbar, H Sutarmidji, SH, M.Hum yang disampaikan secara resmi dalam paripurna istimewa DPRD Provinsi Kalbar di Balairung Sari, Gedung Parlemen Kalbar, Senin (10/9). Tentu akan menjadi catatan penting DPRD Provinsi Kalbar dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalbar.

“Dari pidatonya yang kita simak, kita mendapatkan harapan besar untuk perbaikan Kalbar ke depan,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Ir H Suriansyah, MMA usai paripurna istimewa, Senin (10/9).

Legislator Partai Gerindra ini menuturkan, terdapat beberapa poin penting dari pidato perdana Gubernur Kalbar yang menjadi sorotan pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalbar. Ada pun poin-poin tersebut di antaranya, percepatan pembangunan infrastruktur, penganggaran yang berimbang, peningkatan lama sekolah, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran serta pembangunan gedung RSUD dr Soedarso.

Sementara itu, terkait percepatan pembangunan infrastruktur, H Suriansyah menjelaskan, Gubernur Kalbar menekankan pada percepatan pembangunan infrastruktur yang di antaranya berupa jalan. Rencana tersebut tentunya meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus mempermudah aksesibilitas daerah-daerah yang selama ini sulit terjangkau.

“Tentu ini menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Kalbar. Agar jalan di daerah terpencil dan terisolir bisa terbangun,” ucap H Suriansyah.

Sedangkan terkait penganggaran yang berimbang, wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Sambas ini menjelaskan, pada penyusunan anggaran yang berimbang dan lebih baik, seperti belanja langsung atau belanja modal. Apalagi selama ini proporsi belanja langsung masih sekitar 35 persen. Kemudian, Gubernur Sutarmidji menargetkan 50 persen dari anggaran yang tersedia. Hal ini tentunya akan menambah biaya pembangunan secara signifikan di Kalbar.

“Tentunya kita menunggu cara Gubernur untuk mewujudkan anggaran yang berimbang itu. Ini tentu hal baru bagi kita,” ungkap H Suriansyah.

Selanjutnya terkait peningkatan lama sekolah, H Suriansyah menambahkan, selama ini lama sekolah di Kalbar hanya sekitar 6 sampai 7 tahun. Sedangkan pada pemerintahan Gubernur baru akan ditargetkan menjadi 9 tahun.

“Dengan target tersebut berarti akan terjadi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dari 67 persen menjadi lebih dari 70 persen,” ulasnya.

Sedangkan setakat ini IPM Kalbar yang masih bertengger diperingkat 29 dari 34 provinsi di Indonesia, ditargetkan meningkat menjadi peringkat 20. “Tentu ini suatu yang baik dan harus didukung. Bagaimana caranya tentu harus mempunyai inovasi,” tegasnya.

Sementara itu, terkait penurunan angka kemiskinan di Kalbar, Gubernur akan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka. “Ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ulasnya.

Kemudian, terkait pengangguran dan pembangunan gedung RSUD dr Soedarso, dimana target Gubernur dalam membangun RSUD dr Soedarso menjadi 9 lantai tentu sangat diharapkan dapat meningkatkan pelayanan publik di bidang kesehatan.

“Selain kelima hal ini masih terdapat 10 target lainnya yang akan dicapai selama lima tahun ke depan. Untuk mewujudkan 15 target tersebut harus ada kerja sama, baik antara Pemprov dengan DPRD Kalbar. Maupun dengan seluruh pemerintah dan DPRD Kabupaten/Kota di Kalbar,” ulas H Suriansyah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar ini mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mewujudkan visi atau rencana prioritas pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yang baru. “Karena tanpa adanya partisipasi masyarakat hal itu akan sulit tercapai,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Kalbar ini.

Reporter: Zainudin

Redaktur: Andry Soe