
eQuator – Mempawah. Kabupaten Mempawah merupakan satu-satunya di Kalimantan Barat yang menerima Program Sekaya Maritim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tujuan program yang mendapat dukungan lintas kementerian dan lembaga pada tahun 2015, untuk menanggulangi kemiskinan dan memberdayakan nelayan dengan mengembangkan penghidupan, perbaikan lingkungan dan prasarana.
“Diharapkan kampung nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi, sosial, dan kebudayaan berbasis kemaritiman. Tahun pertama program Sekaya Maritim, hanya ada 31 provinsi yakni 31 kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk Kabupaten Mempawah yang mendapatkan alokasi ini, yang nantinya berlanjut selama lima tahun. Jadi kita beruntung,” jelas Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Mempawah, Imansyah saat menghadiri peringatan Hari Nusantara ke-15 Tahun 2015 di Aula Pangkalan Pendaratan Ikan Kuala Mempawah, Sabtu (26/12) lalu.
Selain itu, juga ada dukungan sarana dan prasarana untuk perbaikan rumah nelayan, balai diklat bagi nelayan, dan berbagai bantuan terkait Sekaya Maritim. Termasuk, ungkap Imansyah, program sarana penyediaan air minum. Program ini ditujukan kepada kelompok masyarakat pesisir. Selain agar bisa menjadi sarana berusaha di bidang air minum isi ulang, program ini juga untuk memenuhi kebutuhan air minum di pesisir desa. “Tahun ini program ini diberikan kepada Desa Sungai Duri 1,” ujarnya.
Bantuan lainnya, imbuh Imansyah, berupa rehabilitasi mangrove. Program rehab mangrove dialokasikan untuk 17 hektar wilayah yang pelaksanaannya dilakukan masyarakat di dua desa, yakni Desa Malikian dan Desa Pasir. “Ini untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus pemberdayaan masyarakat pesisir,” harapnya.
Bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) lainnya, ungkap Imansyah, diperuntukkan kepada bidang perikanan tangkap berupa pengolahan hasil dan pemasaran. Selain itu, bantuan diberikan kepada bidang budi daya, pengembangan wilayah pesisir, kelautan dan pengawasan. “Tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, peringatan Hari Nusantara menjadi sarana silaturahmi antara kepala daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah dengan masyarakat perikanan dan kelautan Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Bantuan bagi nelayan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Mempawah, Gusti Ramlana. Bantuan tersebut terdiri atas sarana penangkapan ikan, pembangunan sarana dan prasarana pesisir dan pulau-pulau kecil, dana pengembangan usaha, prasarana pembenihan dan sarana peralatan pembenihan, pembangunan saung pertemuan, dan sarana produksi perikanan budi daya.
Saat berdialog bersama masyarakat nelayan, Ramlana mengungkapkan, rencana Pemkab Mempawah meningkatkan pembangunan bidang kelautan dan perikanan mendapat respons positif dari pemerintah provinsi dan pusat. Hal itu ditandai dengan adanya bantuan dana maupun program kegiatan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa alokasi dana APBN, dana alokasi khusus, dana dekonsentrasi, dan tugas pembantuan. Selain itu, lanjutnya, jenis kegiatan yang bersumber dari provinsi dan pusat juga bervariasi, baik bersifat fisik konstruksi maupun bantuan permodalan dan sebagainya. “Di antaranya pembangunan lanjutan Pangkalan Pendaratan Ikan Kuala Mempawah, Balai Benih Ikan Toho, paket-paket bantuan untuk nelayan, sertifikat hak atas tanah untuk nelayan, Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) bidang budi daya, program Sekaya Maritim, bantuan penyediaan sarana air minum, rehabilitasi mangrove, dan sebagainya,” paparnya.
Wakil Bupati Ramlana berpesan, agar bantuan tersebut dimanfaatkan sesuai petunjuk dan aturan. Dia meminta anggota kelompok penerima bantuan untuk memahami tujuan dari diberikannya bantuan. Bagi kelompok penerima bantuan permodalan, Ramlana mengingatkan, agar tidak membelanjakan pada hal-hal konsumtif. Selain itu, penerima bantuan diingatkan agar mengelola administrasi keuangan secara transparan. “Kami berharap bantuan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan. Semoga ini memacu perkembangan kelompok nelayan sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah, dan nantinya bisa menjadi kelompok yang mandiri dan sejahtera,” harapnya.
Reporter: Ari Sandy
Redaktur: Yuni Kurniyanto