Lepasliar Tiga Orangutan di Sungai Kubang

DILEPASLIARKAN Petugas Resort Sukadana SKW I Ketapang bersama petugas YIARI dan petugas Taman Nasional Gunung Palung, melakukan rescue terhadap tiga orangutan. Jumat (24/5) lalu, satwa berbulu lebat ini dilepasliarkan di Sungai Kubang, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. BKSDA Kalbar for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – KETAPANG-RK. Sungai Kubang, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir,  Kabupaten Kayong Utara dipilih untuk melepasliarkan tiga orangutan. Upaya mengembalikan satwa berbulu lebat ke alam dilakukan petugas Resort Sukadana SKW I Ketapang bersama YIARI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP), Jumat (24/5) lalu.

Kepala  Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalbar, Sadtata Adirahmanta SHut MT mengungkapkan, selain Tim BKSDA Resort Sukadana SKW 1 Ketapang, Tim BTNGP, dan Tim IYARI Ketapang, lepasliar tiga orangutan juga dibantu masyarakat Desa Batu Barat.

Sadtata Adirahmanta menerangkan, terkadang ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orangutan dan satwa lain meninggalkan hutan yang menjadi habitnya, diantaranya ketersedian sumber makanan yang semakin sulit, hingga kerusakan hutan yang menjadi habitat satwa yang dilindungi ini. “Konflik satwa dan manusia akan selalu terjadi, bila manusia tidak bijaksana dalam  memperlakukan alam,” jelas Sadtata Adirahmanta, Minggu (26/5).

Kedepan, dia berharap, pemerintah hingga pihak terkait dapat bersama-sama menetapkan kebijakan dan aturan terkait pemanfaatan lahan yang ada, sehingga tidak menimbulkan konflik antara satwa liar dan manusia. “Kedepan, mestinya dibuat kebijakan yang lebih komprehensif, khususnya terkait pemanfaatan lahan. Namun demikian, kerja konservasi memang tidak berujung. Manusia sebagai makhluk yang dianggap paling cerdas di bumi, memiliki tanggung jawab terbesar untuk menjaganya,” pesannya.

 

Laporan: Muhammad Fauzi

Editor: Yuni Kurniyanto

 

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!