BKSDA Evakuasi Orang Utan Lepas

25
EVAKUASI. Petugas tengah mengevakuasi orang utan di Sungai Kakap, Kamis (17/5)--BKSDA for RK
EVAKUASI. Petugas tengah mengevakuasi orang utan di Sungai Kakap, Kamis (17/5)--BKSDA for RK

eQuator.co.idPONTIANAK-RK. Tim Rescue Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar mengevakuasi seekor orang utan yang diduga lepas dari peliharaan warga di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (17/5).

“Setelah ditelusuri informasinya asal orang utan dari daerah Ketapang. Kemungkinan satwa peliharaan yang lepas,” kata Kepala BKSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanata dihubungi Rakyat Kalbar, Kamis siang.

Lanjut Sadtata menjelaskan, penyelamatan ini dilakukan petugas tim WRU BKSDA untuk menindaklanjuti laporan melalui call center dari Polsek Sungai Kakap.

Sekira pukul 10.00 Wib, tim WRU bersama Dokter Hewan BKSDA Kalbar menuju sasaran melakukan pengecekan laporan tersebut.

Dia menjelaskan, setibanya di lokasi, satwa tersebut sudah diamankan Polsek Sungai Kakap untuk menghindari terjadinya konflik satwa dan manusia.

Ia menceritakan, ketika anggota Polsek berpatroli, sekira pukul 07.00 Wib, melihat adanya kerumunan warga didekat jembatan dan didapati adanya satu individu orang utan yang dilepaskan tanpa ada sang pemilik.

Belum diketahui siapa yang memelihara satwa dilindungi ini. Saat ini kera besar bernama latin Pongo Pygmaeus tersebut sudah berada di kandang transit BKSDA Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan medis dari Dokter Hewan.

“Kami masih mengidentifikasi umur dan jenis kelaminnya. Namun diperkirakan berumur tiga tahun. Kami belum bisa memastikan kondisi kesehatan satwa itu,” terang Kepala BKSDA.

Selanjutnya sebagai upaya Animal Welfare, satwa akan dititiprawatkan ke Yayasan IAR Ketapang. “Belum teridentifikasi. Kondisinya tidak siap dilepasliarkan,” tutupnya. (amb)