Dua Kali Kios Ismail Dijadikan Tempat Menghembuskan Nafas Terakhir

31
JENAZAH. Seorang warga duduk di samping jenazah Kaspin, lansia yang meninggal di kios milik Ismail, di Jalan Tanjungpura, Pontianak Selatan, Rabu (1/8)--Maulidi Murni.
JENAZAH. Seorang warga duduk di samping jenazah Kaspin, lansia yang meninggal di kios milik Ismail, di Jalan Tanjungpura, Pontianak Selatan, Rabu (1/8)--Maulidi Murni.

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Ismail, seorang penjaga kios bensin di samping RM Barito, Jalan Tanjungpura, Pontianak Selatan tak menduga tempat usahanya menjadi tempat untuk seorang pria lanjut usia (lansia) menghembuskan nafas terakhir, pada Rabu (1/8).

Pria tersebut awalnya berhenti dan menumpang istirahat di kios Ismail. Kemudian meninggal dunia, sekitar pukul 10.00 Wib.
Kejadian seperti ini, bukan yang pertama kalinya di kios Ismail. Karena beberapa bulan lalu, ada seorang warga yang bekerja sebagai pemulung juga ditemukan meninggal dunia di kiosnya. “Kita cari berkah, cari Rahmad-Nya,” ujar Ismail.
Lansia itu diketahui bernama Kaspin. Warga Dusun Mulyorejo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Usia 75 tahun. Dia hanya pensiunan.

Karena lokasi kejadian ini berada di pinggir jalan, membuat warga yang sedang melintas penasaran. Satu per satu kendaraan melambatkan putaran rodanya untuk memastikan apa yang terjadi. Bahkan ada juga yang sempat berhenti untuk melihat langsung. Anggota kepolisian yang sudah berada di lokasi lalu mengambil alih jalan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Ismail menceritakan, korban sebelumnya mengendarai sepeda motor Yamaha Mio Soul, warna hitam merah dengan nomor polisi KB 4567 Q. Korban sendirian berkendara dari arah Jalan Tanjungpura menuju Jalan Imam Bonjol. Ketika itu, korban mampir di kiosnya untuk istirahat.

“Karena dia datang memang pakai motor, lalu berhenti, kemudian jalan dan duduk di sini (kios), sebentar,” terangnya.
Saat dalam kondisi duduk di kiosnya, disebutkan Ismail, korban sempat mengalami muntah. Pria berusia 48 ini pun mencoba memberi saran agar korban berbaring di kiosnya. Korban kala itu tidak mengatakan apapun. Karena pada saat itu juga, Ismail melihat korban memang dalam keadaan lemah dan pucat.
Setelah baring dan mengikuti arahan, korban pun ditinggal kerja oleh Ismail yang melayani pembeli bensin. Usai melayani pembeli, ia melihat korban sudah tidak bergerak. Padahal, tak lama korban berada di kiosnya. Kurang lebih selama 10 menit.
“Mungkin dia sakit, pucat mukanya, muntah. Pokoknya dia datang, dia tidak ada ngomong,” lanjutnya.
Di badan korban, saat dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian ditemukan identitas diri. Lalu ada juga buku tabungan beserta uang tunai sebanyak Rp2 juta lebih.
Sementara berdasarkan keterangan dari Tim Inafis Polresta Pontianak yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan.
“Kemungkinan korban meninggal dunia karena mengalami sakit jantung atau sesak nafas,” kata Anggota Inafis Polresta Pontianak, Bripka Agung Utomo usai memeriksa tubuh korban.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso untuk menjalani pemeriksaan lebih dalam. Kepolisian juga menghubungi anggota keluarga korban untuk memberitahu kejadian itu dan menyerahkan kendaraan bermotor, serta uang milik almarhum. (lid)