Bikin Pola Peningkatan SDM

Hanif Dhakiri.JPNN

eQuator.co.id – Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan SDM tenaga kerja. Salah satunya mendorong pihak swasta lebih meningkatkan investasi SDM. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengarahkan peningkatan SDM itu menggunakan dua pola. Yakni, in-house training milik perusahaan dan pelatihan vokasional.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, kondisi youth unemployment saat ini cenderung mengalami peningkatan. Menyikapi hal itu, generasi muda perlu mendapatkan peningkatan kompetensi agar bisa masuk ke pasar kerja. ”Dua pola itu menjangkau persoalan generasi muda,” ujarnya di Jakarta, kemarin (8/11).

Dia menjelaskan, dua pola tersebut menjangkau dua persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini. Persoalan pertama, generasi muda memiliki pendidikan formal namun tidak dibekali kompetensi mumpuni. Kedua, tidak memiliki pendidikan formal dan kompetensi terbatas. ”Dua kelompok inilah yang harus diberikan kesempatan peningkatan kompetensi,” bebernya.

Sesuai data BPS per Agustus 2016, diantara 125,4 juta penduduk yang bekerja, sebanyak 60,2 persen berlatar belakang pendidikan rendah (SD-SMP). Sementara pekerja terampil dengan pendidikan perguruan tinggi hanya 12,24 persen. Selebihnya, pendidikan menengah setingkat SMA/SMK. ”Untuk mencapai itu (pekerja terampil, Red) dunia usaha harus mengambil peranan di depan,” bebernya. Pemerintak akan memberikan insentif bagi perusahaan yang berinvestasi ke SDM.

Hanif menambahkan, pihaknya juga terus meningkatkan program peningkatan SDM melalui skema pemagangan. Dengan pemagangan yang sistemik dan terukur, akses kepada pencari kerja dapat ditingkatkan dan tersertifikasi profesinya begitu menyelesaikan program magang. “Pemerintah juga memperkuat kerjasama dengan industri di BLK (balai latihan kerja, Red),” imbuhnya. (tyo)