Faktor Pendorong Ekonomi Kalbar, dari Infrastruktur hingga SDM

ilustrasi.net

eQuator.co.id – PONTIANAK-RK. Setidaknya terdapat tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam pengembangan ekonomi di provinsi Kalimantan Barat. Diantaranya percepatan penyediaan infrstruktur dasar, peningkatan daya saing dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal ini diperlukan, mengingat struktur ekonomi Kalbar yang masih bergantung pada sektor ekstraktif. “Misalnya seperti pertanian dan pertambangan sangat rentan terhadap dinamika ekonomi global,” kata Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kalbar, Prijono, kemarin.

Sedangkan jika dilihat dari kinerja sektor pertanian, Prijono menilai relatif terus menurun. Padahal sektor ini memiliki pangsa dan andil terbesar terhadap perekonomian di Kalbar ini.

“Jika dilihat dari sisi lainnya, hilirisasi industri juga belum terwujud secara nyata. Untuk itu, diperlukan upaya  dalam menentukan arah pengembangan sektor ekonomi di Kalbar ke depan,” ucapnya.

Untuk arah pengembangan sektor ekonomi yang dimaksud tersebut, Prijono menjelaskan, termasuklah dengan kemungkinan menumbuhkan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Ini agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah daerah terkait pengembangan ekonomi daerah selanjutnya dapat lebih terarah dan orang,” tuturnya.

Kemudian mengenai percepatan penyediaan infrastruktur dasar. Prijono tak memungkiri sebagai kebutuhan dasar bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam kegiatan perekonomian.

Ketersediaan infrastruktur yang baik menurutnya, juga akan menjadi faktor kuat penarik investasi masuk.

“Kita apresisasi degan hadirnya berbagai proyek infrastruktur yang tengah berjalan di Kalbar. Seperti pembangunan jalan lintas perbatasan, beberapa jembatan serta beberapa pembangkit listrik,” katanya.

Pembangkit listrik tersebut, tentunya dapat mengurangi impor listrik. “Sebab diketahui sampai saat ini kita masih mengambil dari negera Malaysia,” ucapnya.

Sementara terhadap peningkatan daya saing dan produktivitas SDM, merupakan modal yang tidak kalah pentingnya dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Oleh sebabnya, penyediaan sarana pendidikan, edukasi terkait pentingnya pendidikan, serta insentif lainnya bagi masyarakat menjadi penting. Misalnya sekolah gratis atau beasiswa, yang diperuntukkan bagi peningkatan partisipasi dan lama sekolah menjadi penting.

“Namun memang untuk investasi di bidang pendidikan atau SDM, kita akui ini tidak mudah. Biaya dan waktu yang dibutuhkan tidak sebentar. Dan pastinya yang tak kalah penting adalah komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk sama-sama saling mendukung,” tandasnya. (ova)