Bandara Dijaga Anjing Pelacak

GATE 4: Gate 4, salah satu pintu yang dilewati penumpang Bandara Supadio ketika akan pergi menggunakan pesawat terbang. SYAMSUL ARIFIN

eQuator – Baru kali pertamanya PT Angkasa Pura II (Persero) Pontianak melibatkan Unit K-9 Polisi Satwa, Direktorat Sabhara Polda Kalbar, mengendus barang (cargo) penumpang.

“Unit K-9, karena kita diminta Angkasa Pura, mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal,” kata Kombes Pol Badya Wijaya, Direktur Sabhara Polda Kalbar, Kamis (3/12).

Mengendus melibatkan anjing pelacak andalan Polda Kalbar ini, dimulai sejak Kamis (3/12) kemarin. Sebelumnya Unit K-9 juga proaktif memeriksa dan patroli di kawasan PT Angkasa Pura II.

“Namun baru kali ini kita diminta. Nantinya akan menjadi rutinitas, pagi siang dan malam,” ungkap Badya.

Selain mengantisipasi barang terlarang, upaya ini juga terkait atensi Kapolri. Polisi diminta jemput bola, ikut proaktif ikut mengamankan objek-objek vital, khususnya yang menjadi incaran kelompok teroris.

Kemanpuan Unit K-9 melacak atau mengendus sangat beragam. Mulai dari Cakum (pelacak umum) biasanya digunakan untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan umum, Handak (pelacak bahan peledak) dan pelacak Narkoba.

General Manager (GM) Angkasa Pura II Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara (AU), untuk pengamanan di sekitar bandara. Kerjasama ini dilakukan, setelah bandara ditetapkan sebagai status kuning. “Kita harus waspada,” ujar Bayuh.

Bayu menjelaskan, status kuning dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI pada bandara, ditengarai eskalasi politik di dunia semakin tinggi. Sehingga di lembaga perhubungan harus melakukan peningkatan pengawasan dan trasportasi. Status kuning artinya waspada, dianggap situasi rawan terhadap ancaman teror. “Makanya kita harus memperketat seluruh akses operasional di bandara, baik di bagasi pesawat maupun kargo,” katanya.

Dikatakan Bayuh, keberadaan brikade anjing pelacak di Bandara Supadio, diharapkan dapat memberikan pengamanan melalui pengawasan. Sehingga keselamatan penerbangan di Bandara Supadio akan semakin terjaga.

“Brikade anjing, upaya preventif akses masuk terhadap tindak kriminal, seperti pengiriman narkoba dan ancaman bom,” tegasnya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru 2016, diprediksi terjadi tumpukan penumpang. PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio akan membuka posko.

“Posko ini membantu penumpang terkait pelayanan di bandara,” ungkap Bayuh.

Bayuh juga memaksimalkan semua sarana dan prasarana. Walaupun saat ini pembangunan Bandara Supadio belum tuntas. Namun tidak akan memengaruhi pelayanan terhadap penumpang. “Karena kita sudah mendesain dan mempersiapkan sedemikan rupa, agar tidak menghambat pelayanan,” ujarnya.

Salah satu pelayanan yang sudah bisa digunakan, conveyor belt penanganan bagasi. Kemudian lift dan eskalator untuk mempermudah pengguna jasa bandara. Pembangunan ini masuk tahap satu dan telah selesai. “Pengembangan tahap dua ditargetkan tuntas tahun depan,” jelas Bayuh.

PT Angkasa Pura II juga telah memperbesar kapasitas parkir mobil, mengakomodir permintaan dari masyarakat pengguna jasa penerbangan. Area parkir sebelumnya hanya mampu menampung 200 unit mobil, sekarang bisa 300 unit. Bahkan terminal baru ini lebih modern. “Sehingga dapat menjadi kebanggan masyarakat Kalbar,” ujarnya.

Pihak bandara juga berupaya mengajak maskapai membuka rute penerbangan baru, dari dan menuju Pontianak. Mendukung pertumbuhan sektor perekonomian dan pariwisata, serta menjadi sub di wilayah Indonesia bagian barat.

Tak Mau Kecolongan

Sementara itu, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Arief Sulystianto mengaku, berbagai upaya dilakukan mengantisipasi transasional crime, terutama Narkoba. Apalagi Kalbar masuk wilayah perbatasan. “Kita tidak ingin kecolongan,” katanya.

Semua perlengkapan dan kemampuan Polda Kalbar akan dikerahkan, menciptakan situsai kondusif. Bagi Polres-Polres yang wilayahnya tidak melakukan Pilkada, Kapolda Arief memang perintahkan untuk melakukan operasi imbangan, operasi giat razia. Tujuannya mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. “Dengan demikian diharapkan bisa mengurangi dan menurunkan kejahatan konvensional, terutama jalanan, termasuk Narkoba,” tegasnya.

Laporan: Ocsya Ade CP, Syamsul Arifin

Editor: Hamka Saptono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.