Baca Barzanji Dikalangan Bapak-Bapak Kian Langka

H Nazril Hijar

eQuator – Sukadana-RK. Membaca al-barzanji termasuk kebiasaan sebagian masyarakat muslim di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kayong Utara. Hanya saja, tradisi membaca barzanji belakangan ini kian memudar.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kayong Utara, H Nazril Hijar, S.Ag mengakui kalau kebiasaan membaca al-barzanji di kalangan masyarakat Islam di Kayong Utara mulai langkah, terutama di kalangan lelaki (bapak-bapak).

“Ketika lomba al-barzanji kita gelar dalam kegiatan Gema Muharram 1437 H, saya dapat protes dari kalangan ibu-ibu. Katanya kenapa lomba barzanji hanya untuk bapak-bapak dan tidak diberi kesempatan bagi ibu-ibu,” kata H Nazril mengutip pernyataan dari kalangan ibu-ibu disampaikannya saat kegiatan tabliq akbar Gema Muharram 1437 H di halaman Masjid Agung Al-Qudsi Sukadana, Minggu (15/11).

Protes ibu-ibu ini, diakui H Nazril, sebagai bentuk bahwa semangat membaca al-barzanji dikalangan perempuan (ibu-ibu, red) masih terbilang tinggi. Namun sangat berbeda di kalangan bapak-bapak. “Harus kita akui bahwa kebiasaan membaca al-barzanji terutama dikalangan bapak-bapak kian langkah. Terbukti, ketika lomba baca barzanji kita gelar dalam kegiatan Gema Muharram hanya 12 orang yang daftar dan yang baca hanya 7 orang dan lima orang tidak datang,” kata H Nazril.

Atas dasar itulah, H Nazril menilai bahwa kaum lelaki mulai meninggalkan kebiasaan membaca al-barzanji. Padahal, kata dia, membaca al-barzanji merupakan kebiasaan yang positif yang selayaknya untuk terus ditumbuhkan ditengah-tengah masyarakat muslim. Apalagi, sekarang ini seharusnya masyarakat muslim khususnya generasi muda dalam menjalani kehidupan haruslah diisi dengan kegiatan keagamaan. “Sekarang ini zaman sudah berbeda, jika kegiatan keagamaan ditinggalkan maka pengaruh negatif mudah masuk,” ujarnya.

Kebiasaan membaca al-barzanji bagi masyarakat muslim di Kayong Utara dapat disaksikan dalam berbagai kegiatan. Diantaranya, acara selamatan anak yang baru lahir, pindah rumah baru, kawinan dan beberapa kegiatan lainnya. (lud)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.