VIDEO: Kesaksian Wendi saat Temukan Kaki Ajun di Got

1154

eQuator.co.id-Pontianak. Ajun, bocah setahun tiga bulan ditemukan tak bernyawa. Sempat tersiar kabar jadi korban penculikan, di didapati berada di dalam got depan rumahnya.

Bocah bernama lengkap Alfen Tio Asmeraldo ini merupakan anak dari pasangan Astiono dan Meliyana. Mereka beralamat di Komplek Villa Ria Indah, Jalan Ya M Sabran, Kelurahan Tanjung Hulu, Kecamatan Pontianak Timur.

Jasad Ajun ditemukan Selasa (6/11) sekitar pukul 07.20 Wib. Ia sempat dikabarkan hilang sejak Minggu 4 November. Warga mengira Ajun menjadi korban penculikan.
Kasus kehilangan Ajun pun menjadi atensi kepolisian. Sebelum Ajun ditemukan, tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Pontianak Timur, Satreskrim Polresta Pontianak dan Ditreskrimum Polda Kalbar menerjunkan dua anjing pelacak dari unit satwa atau K9 Polda Kalbar. Pencarian hari kedua sejak dinyatakan hilang itu belum membuahkan hasil.

“Nah, di hari ketiga pencarian ini, Ajun telah ditemukan di dalam got tepatnya depan rumah neneknya yang berjarak sekira 5 meter dari rumah orangtuanya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Muhammad Husni Ramli.

Husni menerangkan, Ajun pertama kali ditemukan oleh Wendi (16), abang sepupunya. Ajun ditemukan dalam posisi telungkup tak bernyawa dalam air setinggi sekitar 20 sentimeter di got yang memiliki lebar 25 sentimeter itu.

“Si Wendi ini setelah mengantar adiknya sekolah, dia melihat ada kaki di got depan rumah neneknya. Lalu Wendi memberitahu neneknya. Kemudian memegang kaki korban untuk meyakinkan benar atau bukan bahwa itu Ajun,” papar Husni.

Korban kemudian diangkat oleh Indra, pamannya dan langsung dibawa ke tempat pencucian untuk dibersihkan. Setelah bersih, jasad korban yang sudah membengkak dan menimbulkan bau tak sedap ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso untuk dilakukan tindakan Visum Et Refertum guna mengetahui penyebab kematian.

“Kami juga sudah olah TKP di lokasi ditemukan korban, memeriksa saksi serta mengejar pelaku-pelaku penyebar hoaks tentang kasus kehilangan anak yang dibumbui seolah penculikan,” tegas Husni. (oxa)