Tingkatkan Kualitas Beragama di Perbatasan

Bangun Musala Nur Huda di Border Aruk

280
Danki Satgas A Yonif 644/Wls, Lettu Inf Sawira ‎foto bersama usai meresmikan Musala Nur Huda di Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar.

eQuator – Sambas. Para pelintas dan petugas Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar tidak kesulitan lagi untuk melaksanakan ibadah. Kamis (12/11) sore, Danki Satgas A Yonif 644/Wls, Lettu Inf Sawira meresmikan Musala Nur Huda di border tersebut.

“Musala ini upaya untuk meningkatkan kualitas agama, dan menjalin silaturahmi antar umat beragama di wilayah perbatasan. Peresmian musala ditandai dengan syukuran dan pengajian bersama antara kesatuan TNI-AD dengan masyarakat, dan dilanjutkan siraman rohani,” ujar Sawira.

Pembangunan tempat ibadah atau musala, jelas Sawira, karena banyak masyarakat maupun pelintas batas yang beragama Islam ingin mencari tempat ibadah yang tidak jauh dari border. “Sehingga kita bangun musala ini. Harapan kita bisa membantu masyarakat yang ingin beribadah,” ujarnya.

Dia pun berinisiatif membangun Musala Nur Huda di area border, supaya masyarakat yang melintas di perbatasan tetap bisa melaksanakan ibadah. “Musala ini juga bisa dimanfaatkan masyarakat yang sudah melaksanakan sholat untuk beristirahat sejenak,” ujarnya.

Masyarakat beragama Islam di sekitar PLPB juga bisa memanfaatkan musala untuk melaksanakan pengajian, tempat belajar mengaji anak-anak, dan mualaf, serta kegiatan lain untuk memperdalam pengetahuan agama Islam.

Selain itu, di wilayah perbatasan banyak anggota penegak hukum dan pegawai instansi pemerintahan yang berkantor dan bertempat tinggal di sekitar Border Aruk, diantaranya Bea dan Cukai, Imigrasi, Karantina, bank, Polri, Pos Pamtas dan lainnya. “Saya harap terbangunnya musala ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, baik untuk menjalankan salat berjemaah dan lainnya. Sehingga bisa menjalin silaturahmi yang harmonis antar instansi yang bertugas di perbatasan,” kata Sawira serya berterimakasih kepada masyarakat dan donator yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam pembangunan Musala Nur Huda.

Di tempat yang sama, Agus Salam dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sambas mengapresiasi dibangunnya Musala Nur Huda oleh Satgas A Yonif 644/Wls. Keberadaan tempat ibadah sangat penting bagi umat Muslim dalam menjalankan kewajiban beragama. “Alhamdulillah, berkat kepedulian dan dukungan bersama, Musala Nur Huda dapat dibangun sesuai harapan bersama, terutama musala ini dapat digunakan untuk masyarakat yang beragama Islam untuk melakukan ibadah,” ucap Agus Salam.

Ia berharap, keberadaan Musala Nur Huda dapat meningkatkan keimanan, dan menjalin silaturahmi bersama masyarakat. “Dengan menggelar acara-acara keagamaan seperti pengajian, belajar mengaji, syiar agama, dan tempat menjalin hubungan sesama manusia. Semua upaya tersebut juga akan terhindar dari perbuatan negatif,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan R Dingga, tokoh agama dan tokoh adat Kecamatan Sajingan Besar. Dibangunnya musala untuk memudahkan masyarakat atau pelintas batas yang hendak beribadah merupakan bentuk kepedulian. “Masyarakat yang akan salat tidak perlu jauh-jauh lagi ke masjid di Sajingan Besar, yang jarak tempuhnya kurang lebih 3 kilometer,” ujarnya.

 

Reporter: Muhammad Ridho

Redaktur: Yuni Kurniyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here