Sekjen Kemenkes Janji Bangun Baru RS Putussibau

Rumah Sakit di Perbatasan Mesti Lebih Modern

PENINJAUAN. Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi ketika meninjau kondisi dan pelayanan RSUD dr. Ahmad Diponegoro Putussibau, Kamis (24/1)--Andreas

eQuator.co.id – PUTUSSIBAU-RK. Setelah menghadiri peresmian Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Semitau kemarin, Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi kembali meninjau Puskesmas Putussibau Utara dan RSUD Achmad Diponegoro Putussibau, Kamis (24/1).

Dalam kunjungannya kedua tempat pelayanan kesehatan tersebut, Sekjen Kemenkes RI tampak melihat satu-persatu ruangan Puskemas maupun RSUD Achmad Diponegoro Putussibau.

Saat mengunjungi RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Oscar tampak prihatin ketika melihat bangunan rumah sakit yang ada di perbatasan ini. Karena dianggapnya bangunan tersebut masih belum layak.

Saat ditemui Oscar Primadi mengatakan, pihaknya dari kebijakan umum tetap berharap bahwa pembangunan fisik terhadap rumah sakit yang layak menjadi suatu kebijakan yang harus terealisasi. Makanya Kemenkes RI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) apalagi ini daerah perbatasan harus menjadi perhatian.

“Rumah sakit yang berbatasan dengan negara luar akan menjadi perhatian kami, seperti rumah sakit yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, NTT, Papua dan lainnya,” paparnya.

Demikian juga untuk RSUD Achmad Diponegoro Putussibau, ia berjanji akan memperjuangkan pembangunan baru terhadap rumah sakit itu. Mengingat bangunannya pun sudah lama. Namun untuk mendapatkan pembangunan baru rumah sakit tersebut, dirinya berharap kepada pemerintah daerah, dinas terkait maupun direktur rumah sakit agar segera membuat masterplan yang lengkap.

Dimana jika masterplan sudah dibuat, tentunya pihaknya akan memberikan DAK kembali untuk pembangunan rumah sakit perbatasan yang lebih modern.

“Memang untuk membangun rumah sakit yang baru ini tidak bisa membutuhkan waktu 1-2 tahun. Maka dari itu saya minta perencanaannya secara utuh,” ucapnya.

Dia juga berkeinginan memiliki rumah sakit di perbatasan ini lebih modern. Sehingga masyarakat luar negeri yang berkunjung ke Putussibau bisa terpukau melihat rumah sakit di perbatasan.

“Tapi saya yakin dari komitmen yang kuat dari Gubernur Kalbar, Bupati maupun Kepala Dinasnya untuk membuat pelayanan kesehatan perbatasan makin baik. Kami hanya bisa melakukan dorongan dan kita juga sudah ada peta-peta wilayah mana saja yang harus kita lakukan penguatan dasar kesehatannya, termasuk daerah perbatasan ini,” ujarnya.

Sementara itu dr. Harrison, Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengharapkan agar Kemenkes RI dapat memberikan perhatiannya terhadap pelayanan kesehatan di perbatasan ini.

“Terutama pada bangunan RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, kami ingin bangunan fisik rumah sakit ini dapat dibangun baru, karena bangunan yang ada ini sudah sangat lama,” katanya.

Selain itu kata Harrison, sudah semestinya RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau ini dibangun baru. Mengingat rumah sakit ini berada diwilayah perbatasan Malaysia-Indonesia. Soalnya wilayah Kapuas Hulu ini merupakan garda terdepan perbatasan.

“Kami ingin rumah sakit yang dibangun itu lebih modern, sehingga ada rasa kebanggaan dari masyarakat Kapuas Hulu,” ujarnya.

Selama ini kata Harrison, yang berobat di RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau ini bukan hanya masyarakat setempat, terkadang ada juga dari warga Malaysia datang kerumah sakit ini. Namun dengan kondisi bangunan rumah sakit seperti ini, terkadang ada rasa malu juga dengan warga Malaysia tersebut.

“Seharusnya bangunan rumah sakit kita di perbatasan ini lebih modern dan megah sehingga bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kapuas Hulu,” ucapnya.

Namun bagaimana pun, kata Harrison, dari Pemerintah Pusat setiap tahunnya selalu memberikan DAK ke Kapuas Hulu untuk peningkatan pelayanan rumah sakit maupun puskesmas yang ada.

“Namun kali ini kita sangat mengharapkan adanya pembangunan rumah sakit yang baru,” pungkasnya. (dRe)