Sekadau Tergetkan Swasembada Beras

PANEN. Wakil Bupati Sekadau, Aloysius SH MSi menghadiri panen raya padi milik Kelompok Tani Sepayang Permai di Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (29/1). Abdu Syukri

eQuator.co.id – SekadauRK. Produksi beras di Kabupaten Sekadau terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, kabupaten berjuluk Bumi Lawang Kuari ini belum mampu mewujudkan keinginan swasembada. Pasokan beras dari luar daerah masih diperlukan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Saya yakin kebutuhan beras di Sekadau ini bisa tercukupi. Apalagi, kelompok tani semakin bertambah. Bahkan ada yang mandiri,” ucap Wakil Bupati Sekadau, Aloysius SH MSi ketika menghadiri Panen Raya Padi Rendengan milik Kelompok Tani Sepayang Permai, Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir, Selasa (29/1).

Aloy berharap, Sekadau tidak lagi sepenuhnya bergantung dengan beras dari luar. Makanya, perlu dorongan yang kuat agar produksi beras terus meningkat.  Di sisi lain, pemasaran beras lokal, khususnya pengemasannya perlu diperhatikan. Sehingga, paling tidak produksi beras mampu memenuhi kebutuhan di Kabupaten Sekadau.

Secara khusus Aloy mengapresiasi Kelompok Tani Sepayang Permai yang sudah getol dalam menanam padi. “Harapan kita, kedepan semakin ditingkatkan. Baik mutu maupun kualitas hasilnya lebih maksimal lagi,” imbuh Aloy.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Sekadau, Sandae mengakui, saat ini produksi beras Sekadau mencapai 11 bulan 11 hari. “Masih belum mencukupi setahun. Jadi, masih ada kekurangan beberapa hari lagi,” ujarnya.

Tapi, Sandae mengklaim, jumlah ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. “Di tahun-tahun sebelumnya, baru dikisaran 9 bulan,” katanya.

Sandae berharap, kedepan produksi padi tidak hanya sebatas yang ada seperti saat ini. Tetapi harus bisa ditingkatkan. “Kalau ada hal-hal yang memang perlu diberi bantuan, harus ada proposal diketahui oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi PPL di Kabupaten Sekadau yang terus mendampingi sekitar 1.600 lebih kelompok tani di Sekadau. Dia ingin ada inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan produksi.

PPL harus terus memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam meningkatkan produksi yang ada. Dia mengungkapkan, saat ini baru 30 persen petani menanam padi sawah tiga kali setahun.

Berdasarkan data, kata Sandae, data luas tanam padi sawah pada 2016 mencapai 8.910,70 hektar, 2017 mencapai 9.797 hektar dan 2018 mencapai 10.570 hektar. Data luas panen pada 2017 mencapai 8.061 hektar, 2017 mencapai 9.370,30 hektar dan 2018 mencapai 10.483 hektar.

Data produksi padi, pada 2016 mencapai 23.501 ton, 2017 mencapai 31.259 ton dan 2018 mencapai 34.971 ton. “Makanya Sekadau sudah mencapai 11 bulan 11 hari. Kami berharap PPL mendampingi terus kelompok tani, aktif di lapangan,” tukas Sandae.

“Terkhusus untuk PPL, jangan ada yang jadi tim sukses, mengingat ini tahun politik. Jika ada, akan saya panggil,” tambah Sandae sembari mengapresiasi Kades Semabi yang selalu berkoordinasi dalam rangka meningkatkan kecukupan beras.

 

Reporter: Abdu Syukri

Editor: Yuni Kurniyanto