Sebastianus Darwis: Sistem Pelayanan Parkir Harus Dibenahi

Sebastianus Darwis

eQuator – Lurah Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Laurentius Wahyudi mengakui bahwa hasil parkir untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbilang masih minim.

“Pengelolaan parkir di kota Bengkayang masih minim sehingga tidak menghasilkan PAD. Hal itu karena disebabkan oleh berbagai faktor,” ujar Lurah Bumi Emas, Laurentius Wahyudi Kepada Rakyat Kalbar, Kamis (5/11).

Menurut Yudi, target 1 Minggu dari Kelurahan Bumi Emas adalah sebesar Rp2 juta, tetapi realitanya hanya Rp1,3 juta sampai Rp1,4 juta. Saat ini di kota Bengkayang dilayani oleh 20 petugas parkir yang tersebar diantara Jalan Bambang Ismoyo, Jalan Jeranding, Jalan Tabrani, Jalan Ngura, Jalan Migang, Jalan Basuki Rahmad, Jalan Pasar Tengah maupun sekitar Terminal Bengkayang.

Setiap petugas parkir wajib setor setiap hari di kelurahan. Namun dari hasil setoran paling mampu mendapatkan setoran antara Rp40 ribu sampai Rp100 ribu setiap hari. Jelas angka ini terbilang sangat minim dari hasil yang ditargetkan sebesarRp2 juta.

Penagihan uang parkir dilakukan setiap Senin-Jumat saja, sementara Sabtu-Minggu tidak ada penagihan atau ada toleransi bagi petugas parkir.

“Toleransi diberikan untuk Sabtu-Minggu. Kalau hujan juga tidak ada petugas kelurahan yang memungut tagihan parkir. Selama ini, kendala kita adalah masyarakat belum berpartisipasi aktif untuk membayar parkir kendaraan bermotornya, baik roda dua maupun roda empat sehingga petugas sering mengeluh karena hasil yang minim,” paparnya.
Minimnya hasil parkir tentu berpengaruh kepada penghasilan berupa PAD sehingga harus diakui bahwa untuk mendongkrak PAD dari parkir jelas sangat minim.

Sementara itu, salah seorang warga Bengkayang, Yana, 21, mengaku jarang bayar parkir dikarenakan petugas parkir tidak menunjukkan bukti berupa karcis sehingga dirinya berpikir ini adalah parkir illegal.

“Bagaimana mau bayar parkir, saat diminta karcisnya petugas tidak menunjukkan karcis. Jadi kita khawatir uang parkir yang diberikan tidak disetorkan kepada pemerintah,” bebernya.

Mahasiswi semester III Universitas Tanjungpura Pontianak ini menyarankan, agar pengelola parkir benar-benar memberikan pelayanan yang baik dan membuat identitas jelas sebagai petugas parkir resmi, bukan malah sebaliknya.

Sementara itu, terkait minimnya partisipasi masyarakat Bengkayang dalam membayar parkir, Yana mengaku bahwa tentunya hal itu berawal dari pelayanan yang baik serta dengan identitas yang jelas.

“Saya rasa jika jelas dan sesuai prosedur, pasti masyarakat aktif membayar. Dan ini berawal dari prilaku tidak perlu malu jika ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat. Asalkan dengan ketentuan aturan undang-undang yang berlaku, setiap warga yang parkir akan lebih berpartisipasi aktif,” ucap Yana.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis, SE, MM akan mendukung langkah Kelurahan Bumi Emas dalam pengelolaan parkir secara baik.
“Kita akan perbaiki sistem pelayanan kepada masyarakat dalam mengelola parkir nantinya, karena memang harus diakui bahwa saat ini hasil PAD dari parkir masih minim sehingga harus dibenahi,” ujar Sebastianus Darwis yang juga calon Bupati Bengkayang periode 2015-2020 bernomor urut 1.

Alumnus Universitas Perbanas Jakarta ini menegaskan, dirinya akan berkonsentrasi dalam menata kota Bengkayang, termasuk pelayanan parkir sehingga dapat meningkatkan PAD.

Reporter: Kurnadi

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.