Pelabuhan Teluk Batang Diharapkan Dongkrak PAD Kayong Utara

TINJAU. Bupati Kayong Utara, Citra Duani meninjau Pelabuhan Teluk Batang yang akan dioperasikan, Sabtu (31/8). Istimewa for Rakyat Kalbar

eQuator.co.id – KAYONG UTARA-RK. Kehadiran Pelabuhan Teluk Batang di Kayong Utara diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sangat disayangkan kalau salah satu aset daerah ini tidak dimaksimalkan.

“Pelabuhan itu merupakan aset kita. Jadi sangat disayangkan telah dibuat dengan jumlah biaya hingga milyaran tetapi selama beberapa tahun pelabuhan tersebut belum dapat dimaksimalkan dengan baik. Apalagi saat ini minimnya kapal bersandar di pelabuhan itu, yang merupakan pelabuhan tingkat nasional,” terang Bupati Kayong Utara, Citra Duani usai meninjau Pelabuhan Teluk Batang, Sabtu (31/8).

Bupati Citra mengatakan, dengan telah adanya pelabuhan nasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan status jalan, dari status provisni menjadi status nasional. Selanjutnya pada tahun 2020 mendatang Kayong Utara telah mengusulkan perubahan status jalan tersebut.

“Tahun 2020 kita usulkan jalan provinsi ini menjadi jalan nasional. Termasuk jalan Perawas. Nah jadi dengan adanya pelabuhan nasional tentu menjadi pertimbangan naiknya status. Maka dari itu pelabuhan ini harus kita nasionalkan. Cuma untuk menggunakan pelabuhan ini, kalau belum diserahkan Kabupaten, kita akan berkoordinasikan dengan pemerintah pusat, dan itu harus ada hubungan dagang,” sambung Citra.

Kenapa sampai harus sadanya hubungan daganag? Karena dengan kehadirian pelabuhan tersebut diharapkan dapat diopresikan apabila ada hubungan dagang antara Jawa, Kayong, dan Ketapang. Selain itu, sambung Bupati kepada pihak Pelni, Perhubungan tentunya dapat berkerjasama dengan para pengusaha. “Makanya ini mau kita operasikan. Karena saya melihat langsung bagimana kondisi pelabuhan yang sudah bertahun-tahun dibangun itu,” jelas Citra.

Sementara itu, lanjut Citra mengenai jalan diakuinya belum memungkinkan untuk mengangkut alat-alat berat hingga muatan yang berjumlah besar. Sebab, sebagian besar jalan di Kayong Utara masih rusak dan pondasinya belum begitu kuat. “Maka dari itu, seandainya sudah dapat dioperasikan jalan itu akan kita dorong bisa kita realisasikan,”tutupnya.

 

Reporter: Kamiriluddin

Redaktur: Andry Soe