Putus Tali Cinta, Remaja Berakhir di Tali Jemuran

GANTUNG DIRI. Jasad korban dipulangkan k rumah duka seusai pemeriksaan di RS.Dokes Polda Kalbar, Senin (23/11). Ia meninggalkan sepucuk surat terakhir tentang asmaranya dengan MF. ACHMAD MUNDZIRIN

eQuator.co.id – Jerit tangis tiba-tiba mengoyak pagi buta di Komplek Purnama Agung 7, Pontianak, ketika Irma Fitriani melihat sang adik kaku tergantung pada seutas tali tambang putih yang melilit leher di kamarnya, Senin (23/11).

Sehelai surat ditemukan sang ayah, berisikan kekecewaan Cempaka, 16 tahun, (nama samaran) terhadap pacarnya yang berinisial MF. “Itu surat terakhir yang dibuat oleh Cempaka karena diputuskan cintanya oleh MF,” ungkap Kapolsekta Pontianak Selatan AKP Kartyana kepada awak media di Dokes Polda Kalbar, kemarin (23/11).

Kata Kartyana, Cempaka gantung diri dengan seutas tali jemuran, mengenakan celana panjang dan kaos hitam ditemukan oleh kakak dan ayahnya, Syaiful Azwan, setelah mendobrak pintu kamar terkunci sekitar pukul 05.30. “Ketika hendak membangunkan korban untuk segera pergi ke sekolah, kamarnya terkunci dan digedor-gedor tak ada jawaban,” jelas Kartyana.

Diduga kuat Cempaka bunuh diri sejak pukul 00.00. ” Dari hasil visum dokter Rumah Sakit Biddokes Polda Kalbar, menegaskan bahwa korban ini murni tewas gantung diri,” tambahnya.

Cempaka adalah siswi kelas 2 pada SMA Negeri 7 dikenal periang dan mudah bergaul. Lanjut Katyana, kuat dugaan ia mengakhiri hidupnya lantaran hubungan asmaranya dengan MF, dan itu masih diselidiki.

“Masalah keributan antara korban dan pacarnya masih didalami, dengan memeriksa saksi-saksi dan surat yang ditulis korban dan bukti-bukti lainnya untuk dianalisa lebih dalam lagi,” tambahnya.

Terpisah, Eva, Wali Kelas Cempaka yang ditemui di SMAN 7 mengungkapkan bahwa Cempaka terakhir ke sekolah pada Sabtu (21/11), dan terlihat mengikuti latihan upacara bendera.

“Hari ini sebenarnya upacara bendera dan Cempaka ikut latihan Sabtu kemarin. Biasa-biasa saja seperti tidak ada masalah. Karena anak ini memang periang dan mudah bergaul,” kata Eva.

Tapi menurut Bu Eva, ada informasi sampai ke tlinganya kalau Cempaka minggu lalu saat jam istirahat sempat menangis di dalam kelas. “Kamis (19/11) teman dekatnya sempat melihat Cempaka menangis tapi tidak diketahui karena apa,” tambahnya.

Yang diketahui Bu Guru ini bahwa Pia, teman sebangku Cempaka di kelas XI MIPA menangis berkepanjangan atas kepergian teman karibnya itu. Namun dia masih galau untuk dimintai penjelasan.

Ketika Rakyat Kalbar menelusuri akun facebook Cempaka, tercium aroma problem cinta remaja dengan MF sang kekasih sejak 25 Oktober 2015. Cempaka menulis status begini: “cewek itu apa-apa pasti ditahan, sakit hati ditahan, kecewa ditahan, cemburu ditahan, marah ditahan, ujung-ujungnya cuma air mata yang dapat berbicara :)”

Status Fb pada 30 Oktober 2015, 6 November 2015, 10 November 2015, 11 November 2015, 14 November 2015 dan 18 November 2015 terus sama. Hingga terakhir mengungkapkan perasaannya melalui Facebook pada Minggu, 22 November 2015 sekitar pukul 18:42 yang berbunyi: “Nampak benar ade cewek laen 😀 haha mungkin dia lelah, pantaslah udah nda ade waktu agik (y)”

Laporan: Ahmad Mundzirin dan Ocsya Ade CP

Editor: Hamka Saptono

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.