Pertamina Batasi Penjualan Pertalite

Ilustrasi : Internet

eQuator.co.id – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) premium terus menurun akibat tergerus pertalite. Kini bensin beroktan 88 itu hanya menyisakan 54,5 persen. Meski permintaan konsumen sangat besar, Pertamina berencana membatasi penjualan hingga 50 persen.

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang menyatakan, pengurangan penjualan premium hingga lebih dari 50 persen belum bisa dilakukan tahun depan. Alasannya, Komisi VII DPR hingga kini belum satu suara tentang pembatasan penjualan premium. Apalagi wacana penghilangan premium.

Karena itu, bisa jadi tahun depan Pertamina tidak terlalu agresif menekan premium lewat pertalite. ’’Kalau diserahkan ke konsumen, mungkin (konsumsi premium) bisa turun lagi,’’ jelas pelaksana tugas direktur pemasaran Pertamina itu.

Kini konsumsi pertalite sudah mencapai 25,149 kiloliter (kl) atau meningkat 611 persen dibandingkan Januari yang hanya 3.538 kl. Bensin beroktan 90 tersebut saat ini tersedia di 4.341 SPBU dari total 6 ribu SPBU.

Lantaran konsumsi premium kemungkinan tidak bisa ditekan turun lebih jauh, Pertamina beralih fokus meningkatkan pasokan pertalite di seluruh SPBU. ’’Kami menambah ketersediaan saja. Biar konsumen yang memilih,’’ tuturnya.

Bagaimana dengan solar? Setelah ada dexlite, penjualan solar juga mulai menurun. Namun, jumlah penurunan memang belum banyak. Jika konsumsi pada Januari 2016 mencapai 99,1 persen, saat ini turun sedikit menjadi 98,55 persen. Begitu juga pertamina dex yang dulu 0,9 persen sekarang sudah 0,93 persen.

Ahmad Bambang mengakui, penjualan dexlite memang masih kecil. Sebab, dexlite baru diperkenalkan April tahun ini. Meski demikian, Abe menyebut dexlite sudah mencuri perhatian dengan tingkat konsumsi tinggi. ’’Di SPBU yang menjual dexlite, konsumsinya 16,2 persen. Sisanya didominasi solar atau bio solar,’’ jelasnya.

Sampai triwulan ketiga 2016, rata-rata harian konsumsi dexlite tercatat 625 kl per hari. Penyebaran penjualan dexlite belum masif seperti pertalite karena baru bisa ditemukan di 594 SPBU. Penjualan dexlite diyakini bisa meningkat jika kondisi perekonomian membaik. ’’Penjualan tertinggi pada September tercatat 874 kl,’’ kata Abe, sapaan akrabnya.

Pertamina ke depan juga berupaya menggenjot penjualan pertamax turbo. Sebagai satu-satunya bahan bakar beroktan 98 di Indonesia, Abe yakin bahan bakar tersebut segera punya ekosistem yang kuat. ’’Oktannya paling tinggi, tapi harganya lebih rendah dari BBM oktan tertinggi pesaing. Itu bisa memicu penjualan,’’ paparnya. (dim/c15/noe)