Perbaikan Jalan Parit H Muksin 2 Dianggap Kebijakan Main-main

Hindari Lubang, Warga Melintasi Halaman Ruko

HANCUR. Jalan Parit Haji Muksin 2 kondisinya kian memprihatinkan. Warga menggunakan halaman Ruko untuk menghindari jalan rusak, Kamis (22/9). MARSELINA EVY

eQuator.co.id –  Sungai Raya-RK. Jalan Poros Parit H Muksin 2, Sungai Raya, Kubu Raya kian mengenaskan. Pemkab Kubu Raya tidak mampu memperbaiki jalan tersebut, sehingga warga harus melintasi halaman rumah toko (Ruko) untuk menghindari lubang dan genangan air yang membahayakan pengendara.

Jalan poros yang menghubungkan dengan Jalan Ahmad Yani II ini sempat diprotes. Warga memblokir jalan tersebut dengan spanduk dan ditanami puluhan batang pohon pisang, Rabu (21/9). Beruntung polisi dan TNI cekatan dalam melakukan mediasi, hingga akhirnya pemblokiran jalan tersebut dibuka kembali oleh warga yang kesal dengan Pemkab Kubu Raya.

Rakyat Kalbar melintasi jalan itu menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan, Kamis (22/9). Kurang lebih 500 meter dari Jalan Achmad Yani II, kondisi Jalan Parit H Muksin 2 rusak parah. Padahal posisi jalan tersebut berada di ibukota Kubu Raya dan tidak jauh dari Kantor Bupati Kubu Raya. Ironisnya lagi, di lokasi tersebut rencananya akan dibangun Gedung DPRD Kubu Raya. Sementara kondisi jalannya rusak berat.

Di Jalan Parit H Muksin 2 banyak ganangan air. Pengendara yang melintasi jalan tersebut harus sangat berhati-hati dan mengocok perut karena terperosok ke lubang. Lubang-lubang jalan mencapai lima centimeter. Bahkan ada lubang yang parah. Sehingga warga harus berbelok ke area parkir Ruko untuk menghindari jalan yang rusak.

Bukannya diperbaiki, program perbaikan jalan tersebut yang mestinya dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 ini malah ditunda. Pemkab Kubu Raya melalui Kepala Dinas Bina Marga, H. Chairil Rahmi, MT mengaku penundaan dikarenakan defisit anggaran secara nasional. Lucunya, Plt Sekda Kubu Raya, Drs. H. Odang Prasetyo, M.Si malah mengatakan pembangunan jalan tersebut sudah masuk dalam anggaran tahun 2016 dan sudah ada pemenang lelang pengerjaannya dan dikerjakan tahun ini juga.

Pernyataan kedua pejabat teras Kubu Raya itu malah membuat bingung. Bahkan warga malah semakin geram dengan kinerja Pemkab Kubu Raya yang terkesan main-main dalam mengelola anggaran.

“Rasanya kok kaya main-main,” ujar Hermanto, Ketua RT04 Desa Parit Baru yang rumahnya berada di pinggir Jalan Poros Parit H Muksin itu.

Hermanto menyambut kedatangan Rakyat Kalbar di teras rumahnya, Kamis (22/9) sore. Dia mengaku terkejut setelah membaca komentar Charil dan Odang di Harian Rakyat Kalbar.  “Jalan ini sudah lebih dari tiga tahun rusak. Nanti defisit lagi, defisit lagi, sementara rusaknya jalan tambah parah,” katanya. Hermanto menyampaikan harapannya kepada Pemkab Kubu Raya, jangan mengkambinghitamkan defisit anggaran untuk mengalihkan pengerjaan perbaikan Jalan Parit H Muksin. “Bijaklah pada kebijakan-kebijakan yang dibuat. Kami menantikan realisasi kebijakan yang telah dibuat. Kami minta kebijakan itu jangan dibuat untuk main-main,” tegas Hermanto.

Tokoh masyarakat Desa Parit Baru, Sarju Purnomo sehari sebelumnya mengatakan, bersama perwakilan warga sudah sering kali melakukan audiensi ke Pemkab dan dinas terkait. “Mohon jalan kami ini diprioritaskan. Harapan kita pemimpin kita ini bisa bijaksana,” tegas Sarju. (epy)