Penyuluh, TNI dan Polri Dilatih Kendalikan Rabies

RABIES . Pelatihan penanggulangan dan pengendalian zoonosis yang dilaksanakan Komnas Zoonosis yang bekerja sama dengan Distankannak Kabupaten Melawi di Hotel Cantika. Sukartaji/RK

eQuator –  Penyebaran virus rabies di Melawi sudah menjadi status kejadian luar biasa (KLB). Terlebih hingga tahun ini sudah ada sembilan orang yang meninggal dunia akibar gigitan anjing rabies.

Tak pelak kondisi tersebut membuat Komisi Nasional (Komnas) Pengendalian Zoonosis bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankannak) Kabupaten Melawi menggelar pelatihan penguatan kapasitas pengendalian KLB rabies 2015 di Hotel Cantika, Kabupaten Melawi, Selasa (17/11).

Kegiatan yang dibuka Asisten II, Suhardiman tersebut diikuti anggota TNI, Polri dan petugas penyuluhan dari seluruh desa yang ada di Kabupaten Melawi. Kegiatan itu juga diikuti oleh beberapa orang petugas dari Kecamatan Bunut, Kabupaten Kapuas Hulu. Peserta dilatih untuk melakukan pengawasan dan evaluasi rabies di Melawi.

“Peserta juga kita latih untuk melakukan vaksinasi. Mereka juga dibekali dengan berbagai fasilitas dan peralatan dalam penanganan rabies,” ucap Andi Trafsiro mewakili Komnas Zoonosis.

Selain diberi penjelasan terkait materi pelatihan tersebut, peserta juga melakukan praktek langsung ke desanya masing-masing untuk melakukan vaksinasi rabies terhadap anjing-anjing liar. Kegiatan itu merupakan sebuah langkah dalam mengendalikan rabies.

“Pelatihan di dalam ruangan dilaksanakan 3 hari saja. Kemudian 5 harinya dilaksanakan di lapangan ke desa masing-masing. Nanti Babinsa selaku koordinator yang berada di setiap desa memberikan laporan setiap hari selama 5 hari itu ke kita. Nanti akan diketahui berapa banyak anjing yang masuk kategori rabies,” terangnya.

Rabies adalah penyakit mematikan berupa infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat zoonotik yaitu dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Virus rabies ditularkan ke manusia melalui gigitan atau cakaran dari hewan yang mengidap rabies (terutama anjing, kucing, rakun, kelelawar dan monyet). Penyakit ini sering disebut dengan penyakit anjing gila. Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies ganas ataupun rabies jinak.

Pada rabies ganas, hewan yang terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air liur terus menetes, meraung-raung gelisah, kemudian menjadi lumpuh dan mati.

Pada rabies jinak, hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan lokal atau kelumpuhan total, suka bersembunyi di tempat gelap, mengalami kejang dan sulit bernapas serta menunjukkan kegalakan. Masa inkubasi adalah waktu antara penggigitan sampai timbulnya gejala penyakit. Masa inkubasi penyakit rabies pada anjing dan kucing kurang lebih 2 minggu (10 hari-14 hari). Pada manusia 2-3 minggu dan paling lama 1 tahun.

Penanganan gigitan rabies, bila terinfeksi rabies segera cari pertolongan medis. Rabies dapat diobati. Namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala. Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama.

Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi rabies (anjing, sigung, rakun, rubah, kelelawar) segera cuci luka dengan sabun atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri antiseptik alkohol 70% atau betadin. Orang-orang yang belum diimunisasi selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikan tetanus.

Orang-orang yang belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun rabies yang dikombinasikan dengan vaksin. Separuh dari dosisnya disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di daerah pinggang. Dalam periode 28 hari diberikan 5 kali suntikan. Suntikan pertama untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas gigitan. Sisa suntikan diberikan pada hari ke-3, 7, 14 dan 28. Kadang-kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak atau gatal pada tempat penyuntikan vaksin.

Ditempat yang sama, Asisten II Pemerintah Kabupaten Melawi, Suhardiman mewakili Penjabat Bupati Melawi, Hatta menyampaikan, pelatihan ini merupakan pelatihan yang sangat baik dan bermanfaat terkait penanganan dan penanggulangan rabies di Melawi.

“Para peserta setelah mengikuti pelatihan ini dapat lebih memahami rabies serta dapat langsung melaksanakan tugas pengendalian rabies di lapangan dan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang rabies, penanganan hewan tersangkanya, pencegahan dan pengendaliannya serta pertolongan pertamanya,” ucapnya.

Reporter: Sukartaji

Redaktur: Andry Soe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.