Pemuda Indonesia Masih Punya Masalah dengan Diri Sendiri

111
PEMUDA DAN BELA NEGARA. Diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) kembali digelar di Restoran Dua Nyonya, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/11). Diskusi yang mengusung tema “Pemuda dan Bela Negara” kali ini menghadirkan pembicara; Wakil Ketua DPD RI Komjen (Purn) Prof. Farouq Muhammad (dua dari kanan); sejarawan LIPI Dr. Asvi Warman Adam (kanan); dan Kepala Lembaga Demografi UI Dr. Sonny Harry B. Harmadi (dua dari kiri). RMOL

eQuator – Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) Sonny Harry mengatakan nasionalisme lewat ekspresi cinta Tanah Air untuk pemuda harus terus dibina dan dipupuk.

“Ekspresi cinta Tanah Air itu macam-macam. Pemuda Indonesia 70 persen itu cuma lulus maksimal tingkat SMP. Kalau cinta Tanah Air, kesejahteraan menjadi prasyarat awal. Kalau tidak terpenuhi akan menjadi unsecure,” kata Sonny saat diskusi Forum Diskusi untuk Rakyta (FSuR) dengan tema ‘‎Pemuda dan Bela Negara’ di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (1/11).

Atas dasar itu, Sonny mengaku jika program bela negara dengan digaji sebesar Rp 5 juta per bulan termasuk solusi di saat usia produktif anak muda Indonesia sebesar 60 persen. Jumlah sebesar itu kata Sonny bisa menjadi penggerak pembangunan negara.

“Ancaman non militer menjadi sangat kuat. Perang ekonomi sekarang anak muda kita belum siap untuk itu. Ketahanan negara haus diperkuat lewat cinta tanah air,” terang Sonny.

Ia pun membeberkan pemuda masih belum memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi isu terirotial dan masalah ketahanan negara lainnya.

“Pemuda kita masih punya masalah sama diri mereka sendiri. Pendidikan rendah, angka perkawinan dini yang tinggi. 10 persen perempuan menikah di bawah umur 16 tahun. Sosok Indonesia seperti apa nantinya dilihat dari umur median. Indonesia saat ini umur median-nya 28 tahun. Harusnya energik dan semangat,” demikian Sonny. (Rmol).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here