Pembenahan Taman Mandor Baru 60 Persen

pengurus tanam Mandor menebas lokasi tanam. Antonius

eQuator – Mandor-RK. Taman Mandor, posisinya persis di depan Kantor Camat Mandor, yang dibenahi tim pemuda beberapa bulan lalu baru mencapai 60 persen. Yang dulu penuh rumput sekarang sudah lapang dan di bangun sejenis pondok-pondok untuk berteduh.
Rudi Batelex, pengurus taman mangatakan, pembenahan yang sudah di lakukan menggunakan dan swadaya kelompok, baru sekitar 60 persen jadi.
“Karena kita membenahinya mulai dari menebas rumput yang sudah semak. Kemudian mengecat barau tanam, lalu membuat tangga naik dan halaman bundaran taman,” kata Rudi, Minggu (8/11).

Menurut Rudi, taman ini sebelumnya taman di buat oleh masyarakat Mandor tempo dulu. Sudah lama di biarkan sehingga membuat pemandangan tidak sedap. Di depan kantor camat tapi terlihat semak. Paling hanya di tebas setiap kali menjelang acara ziarah di makam juang Mandor, setelah itu rumputnya tinggi lagi.
“Dari pada tidak di rawat, kami dari tim pemuda Mandor ingin merawatnya. Sebelumnya juga kami sudah minta petunjuk dari pak camat Mandor untuk menghubungkan ke pemerintah kabupaten untuk membenahi taman ini,” ujar Rudi.
Dikatakan Rudi, taman ini nanti akan di bangun pondok-pondok kecil untuk santai, kemudian juga dibuatkan tempat untuk yang mau berjualan. “Jika tempat ini sudah jadi, maka bisa mengundang pengunjung datang untuk santai di taman itu. Rencana mulai dari tempat parkir, kuliner juga ada, pasti banyak yang mau datang,” katanya.
Apalagi di Mandor ini banyak orang, tapi tempat untuk santai pada hari-hari tertentu tidak ada. “Kalau ada lokasi tempat yang bagus, dari jauhpun banyak orang yang mau datang. Karena tidak ada lokasi yang bagus itulah, daerah kita selalu sepi. Berbeda dengan daerah orang bisa ramai di kunjungi orang,” ucapnya
Rudi juga mengakui, untuk membenahi taman yang ada itu memang tidak terlepas dari dana.
Selama ini masih menggunakan dana swadaya kelompok itu masing-masing. Karena belum ada dana bantuan dari pemerintah.
“Kalau ada bantuan dari pemerintah, itulah yang sangat kita harapkan. Tapi karena belum ada, kami tetap gunakan dan swadaya dulu,” terang Rudi. (ius)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.