Pelepasan 450 Prajurit Batalyon RK 644/Wls ke Papua

Jaga Perbatasan RI-PNG, Danyon: Kesiapan Kami 100 Persen

156
CIUM TUNGGUL. Letkol Inf. Gede Setiawan mencium Tunggul Batalyon Raider Khusus 644/Walet Sakti "Manalo Marajuang" dalam apel pelepasan menuju lokasi Pamtas RI - PNG di Papua di halaman Hitam Markas Yonif RK 644/Wls, Kamis ( 1/2). Andreas-RK

eQuator.co.idPutussibau – RK. Sebanyak 450 prajurit dari Batalyon Infanteri Raider Khusus 644 Walet Sakti dilepas berangkat tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) di Papua.  Satgas Pamtas ini akan menjaga perbatasan Republik Indonesia (RI) – Papua New Guinea (PNG).

Upacara pelepasan Satgas Pamtas tersebut dilaksanakan Kamis (1/2) di halaman Hitam Markas Yonif Raider Khusus 644/Wls. Bertindak selaku inspektur upacara Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero. Sedangkan komandan upacara dipimpin langsung oleh Danyon Raider Khusus 644/Wls Gede Setiawan.

Dalam amanatnya Wabup mengatakan, sebagai Satgas Pamtas, Yonif RK 644/Wls menjalani misi penting. Selain pengamanan, juga melakukan pembinaan teritorial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kerong dan Pegunungan Bintang inilah lokasi perbatasan prioritas pemerintah yang diamankan oleh Yonif ini. Saya minta agar Yonif RK/Wls berkoordinasi deng BNPP setempat agar tugas teritorial dilaksanakan dengan baik,” pesannya.

Pria yang karib disapa Anton Pamero ini mengatakan, zona yang diamankan tersebut adalah perbatasan darat. Di wilayah tersebut, masyarakat maupun pemerintah rawan ancaman. Satgas Pamtas sangat diperlukan demi menjamin kedaulatan NKRI dari kelompok kriminal dan separatis serta berbagai bentuk ancaman lainnya.

“Terimalah tugas ini dengan tanggung jawab sebagai ladang pengabdian. Jaga NKRI dari ancaman kedaulatan dan bentuk ancaman lain yang berpotensi merongrong pembangunan pemerintah Indonesia di sana,” imbaunya.

Pamtas bukanlah tugas ringan. Tapi Wabup meyakini, prajurit Yonif RK 644/Wls sudah dibekali kemampuan khusus. Sehingga bisa melaksanakan tugas hingga selesai masa penugasan nantinya. Mengenal medan adalah kunci untuk mengantisipasi faktor lainnya.

“Jaga nama baik Kapuas Hulu dan satuan dan tetap selalu ingat Tuhan yang maha kuasa, keluarga juga menunggu agar kembali dengan sehat. Demikian juga ibu-ibu jaga sikap, beri semangat dan dukung terus penugasan suami,” imbuh Wabup.

Sementara itu, Komandan Batalyon (Danyon) Infanteri RK 6447/Wls, Letkol Inf Gede Setiawan mengatakan, penugasan jaga RI – PNG di Papua selama 9 bulan. Keberangkatan prajurit dari Markas Yonif RK 644/Wls dimulai 2 Februari (hari ini) bertolak menuju Kota Pontianak.

“Kesiapan kami sudah 100 persen baik personil maupun perlengkapan. Kita sudah saksikan acara pelepasan, artinya kami sudah siap melaksanakan tugas operasi ke wilayah perbatasan RI – PNG,” tegasnya.

Dari Kota Pontianak kata Komandan Satgas Pamtas RI-PNG ini, pihaknya menuju Papua akan menggunakan KRI Banjarmasin yang telah disiapkan Mabes TNI.

“Sampai di lokasi, kita akan ditampung sementara waktu, kemudian melaksanakan Serpas lagi untuk menuju titik-titik pos yang akan kita tempati,” ungkapnya.

Danyon menambahkan, di wilayah perbatasan RI – PNG  yang menjadi tanggung jawab satuannya ada sekitar 16 pos. Sedangkan jumlah patok perbatasan sebanyak 13.

“Besar harapan kami, dukungan dan doa dari masyarakat Kapuas Hulu, sehingga kami berangkat lengkap, pulang juga lengkap, dalam keadaan sehat,” lugasnya.

Untuk kegiatan operasional di Markas Batalyon RK  644/Wls, Danyon memastikan tetap berjalan sebagaimana mestinya. “Semua program tetap berjalan seperti biasa, sebagaimana yang telah diprogramkan untuk tahun 2018 ini,” tuntas Danyon.

 

Laporan: Andreas

Editor: Arman Hairiadi