Pasutri Warga Jalan Dharma Putra Dibacok Tetangga Sendiri

Ahmad Taufik, saat dirawat di Puskesmas 24 Jam Siantan, sebelum akhirnya dirujuk ke RS Santo Antonius, usai dibacok oleh tetangganya sendiri bernama Usman, Senin (17/12). (Polisi for Rk).

eQuator.co.id – Pontianak. Sungguh naas nasib Ahmad Taufik dan Khodijah. Pasangan suami istri, warga Jalan Dharma Putra, Siantan Hilir,  Pontianak Utara tersebut, tiba-tiba diserang oleh tetangganya sendiri bernama Usman, dengan senjata tajam, Senin (17/12).

Akibatnya, keduanya pun mengalami luka bacok cukup serius di sejumlah tubuhnya. Ke dua pasutri itu, kini sudah dirujuk ke Rumah Sakit, Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan medis.

Kanit Reskrim Polsek Pontianak Utara, Ipda Sani mengungkapkan, kejadian tindak pidana penganiayaan yang dialami kedua Pasutri itu, terjadi sekitar pukul 10.00 wib.

Menurutnya, sebelum  diserang pelaku, kedua korban berencana pergi ke daerah punggur. Namun, saat korban berada di halaman rumahnya, tiba-tiba pelaku membabi buta menyerang kedua korban dengan sebilah pedang.

Korban yang merasa diserang, sontak berlari. Aksi kejar-kejaran antara korban dan pelaku pun terjadi. Tetapi, ayunan senjata tajam pelaku berhasil mengenai kedua korban saat aksi kejar-kejaran tersebut.

Warga sekitar, yang melihat korban bersimbah darah, akhirnya turun menghentikan perbuatan pelaku, dan  memberikan pertolongan kepada korban.

“Korban bernama Ahmad Taufik, mengalami luka bacok di bagian dada sebelah kanan, punggung belakang, dan beberapa jari tangannya. Sementara, istrinya, Khotijah, mengalami luka di bagian payudara,” jelasnya.

Sesaat setelah korban dievakuasi kata Sani, warga pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Pontianak Utara. Dari laporan tersebut, anggota Reskrim Polsek Pontianak Utara, di backup beberapa personil Jatanras Polresta Pontianak, langsung ke lokasi melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Pelaku berhasil kita tangkap tanpa perlawanan, di kediamannya, yang tepat berada di depan rumah korban, jalan Dharma Putra,” ungkapnya.

Soal motif penyerangan yang dilakukan pelaku ke Korban, Sani mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman.

“Tetapi pengakuan korban, dia tidak pernah ada masalah apapun dengan pelaku. Makanya, ini masih kita lakukan penyelidikan lebih dalam,” ucapnya. (abd)