Paspor Ditahan Majikan, 17 Tahun Dinyatakan Meninggal

Pulang Kampung, Yulita Akhirnya Berkumpul Bersama Keluarga

63
DIABADIKAN. Yulita berfoto bersama keluarga yang menjemput dan petugas P4TKI di Entikong, Sanggau, Minggu (18/11). P4TKI for RK

Kematian merupakan kuasa Tuhan. Sempat dinyatakan meninggal dunia di Malaysia, akhirnya pulang ke kampung halaman.

Kiram Akbar, Sanggau

eQuator.co.id – ADALAH Yulita yang sempat dinyatakan meninggal oleh keluarganya. Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) 35 tahun asal Desa Meliau Hilir Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau ini dinyatakan meninggal selama 17 tahun. Namun tak disangka ia akhirnya pulang kampung halaman dengan kondisi segar bugar.

Anak sulung dari tiga bersaudara ini sebelumnya berangkat ke Malaysia ketika berusia belum genap 17 tahun. Ia masuk ke negeri jiran melalui perbatasan Entikong.

“Saya hilang kontak dengan keluarga sejak tahun 2001. Saya pernah mau pulang cuma paspor ditahan majikan waktu itu,” kata Yulita, Minggu (18/11).

Selama hilang kontak, Yulita bekerja serabutan untuk membiayai hidupnya. Ketika bekerja itulah, Yulita bertemu dengan suaminya yang berasal dari Sulawesi Selatan. Dari pernikahannya ini, ia memiliki tiga anak yang sekarang berumur 13, 10 dan 6 tahun. Yulita mengaku senang bisa berkumpul kembali dengan keluarganya di tanah air. “Saya sudah tunggu lama mau pulang ke Indonesia sini, tapi baru sekarang bisa,” ujarnya.

Yulita sering mimpi pulang ke Indonesia. Banyak yang ia ingat tentang Indonesia. “Macam tanam padi,” ucap Yulita dengan dialek Malaysia.

Sementara itu, salah seorang kerabat Yulita yang ikut menjemput ke Malaysia, Anerdi menyampaikan keluarganya sempat putus asa mencari keberadaan perempuan tersebut. Karena tidak ada hasilnya selama belasan tahun mencari. Namun harapan itu kembali muncul setelah seseorang mengabarkan bahwa Yulita masih hidup dan berada di Lawas.

Pihak keluarga kemudian meminta bantuan P4TKI Entikong untuk memulangkan Yulita ke Indonesia. P4TKI Entikong lantas berkoordinasi dengan pegawai Konsulat RI di Sarawak untuk memulangkan warga Meliau ini.

“Kami sekeluarga menyampaikan banyak terima kasih kepada P4TKI, Konsulat dan semua yang membantu memulangkan saudara kami yang kami kira sudah meninggal dunia. Puji Tuhan kami masih dipertemukan. Terima kasih, hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikannya,” ujar Anerdi. (*)

 

Editor: Arman Hairiadi