Parlemen Dukung Realisasi Penambahan Runway Bandara Supadio

11

eQuator.co.id – Pontianak-RK. DPRD Provinsi Kalbar mendukung penuh ihwal rencana penambahan panjang landasan pacu atau runway Bandara Internasional Supadio Kubu Raya yang kini tinggal menunggu realisasi.

Sekadar diketahui bahwa rencana pembangunan landasan pacu Bandara Internasional Supadio Kubu Raya akan diperpanjang menjadi 3.000 meter. Dari awalnya sekitar 2.250 meter dengan lebar 45 meter.

“Perpanjang runway itu wajib untuk dilakukan, karena Bandara Supadio adalah bandara international. Paling tidak sekelas pesawat Air Bus bisa landing dan take off dari Bandara Internasional Supadio Kubu Raya,” ujar anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar, H Miftah, Kamis (13/9).

Dalam kesempatan itu, legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap nantinya Bandara Internasional Supadio Kubu Raya kemungkinan akan menjadi landasan embarkasi untuk melaksanakan keberangkatan haji ke Tanah Suci Makkah.

“Selama ini kita hanya nebeng saja untuk melaksanakan haji. Suatu saat Bandara Internasional Supadio Kubu Raya bisa menjadi embarkasi untuk keberangkatan jemaah haji,” harapnya.

Dengan rencana akan diperpanjangnya runway di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya tentu menjadi sesuatu yang pantas dan layak untuk diperjuangkan menjadi embarkasi haji di masa mendatang.

“Apalagi Bandara Internasional Supadio Kubu Raya sudah selesai melakukan pembangunan fisik. Rencananya menjadi sepanjang 3.000 meter atau berarti 3 kilometer. Kemudian, saat ini panjang runway sudah sekitar 2,5 kilometer. Jadi memang layak dan pantas kalau runway yang sekarang dimiliki Bandara Supadio untuk diperpanjang,” tegasnya.

Dengan harapan ke depan, wakil rakyat asal Dapil Kabupaten Ketapang-Kabupaten Kayong Utara ini berharap nantinya Kalbar bisa menjadi emberkasi haji. Hal ini tentunya tidak menutup kemungkinan akan meningkatkan jumlah turis mancanegara untuk berdatangan di Kalbar.

“Harapan kita bukan lagi transit ke Jakarta, karena pesawat tipe Air Bus atau pesawat lainnya itu sudah bisa mendarat. Ke depan Kalbar bisa lebih maju, karena kita mempunyai perbatasan dengan negara tetangga serta memiliki 5 border yang menjadi perbatasan,” ulas H Miftah.

Reporter: Zainudin

Redaktur: Andry Soe