Nelayan Bersyukur Muara Sungai Pelabuhan Sukabangun Dikeruk

203

eQuator – Ketapang-RK. Dua tongkang dilengkapi crane mulai melakukan pengerukan di alur muara sungai Pawan menuju pelabuhan Sukabangun. Diharapkan tak ada lagi kapal yang kandas karena alur sungai yang dangkal.

Nelayan asal desa Sukabangun, Amat mengaku selama ini sejumlah nelayan dan motor air, kapal mengeluhkan dangkalnya muara sungai itu. Akibatnya aktivitas keluar-masuk kapal dan perahu, baik perahu nelayan maupun kapal yang mengangkut barang dari luar maupun yang masuk ke Ketapang terganggu.
“Tidak sedikit kapal yang kandas dan dan terjebak di muara akibat pendangkalan. Terlebih lagi memasuki musim kemarau. Air sungai mulai mengering membuat muara sungai sangat sempit. Kapal dan perahu yang akan keluar dan masuk harus jeli melihat alur. Terlebih lagi masih minimnya penunjuk alur di muara,” katanya, Kamis (12/11).
Tak jarang para nelayan maupun angkutan terpaksa harus menunggu air laut pasang untuk bisa mengeluarkan perahu mereka dari muara. “Jika air laut dalam keadaan normal, ketinggian air di muara itu hanya sekitar tiga meter dan kondisi lebih parah jika air laut mengalami surut total,” ujarnya.
Ketika surut, para nahkoda maupun nelayan harus ekstra hati-hati. Dengan kata lain harus benar-benar hafal mana alur yang dangkal, mana yang dalam. Ia pun menilai kedangkalan alur sungai tersebut sudah sangat parahh. Bahkan tumpukan lumpur di muara tersebut mencapai sepanjang alur masuk muara sungai Pawan.
“Bisa dikatakan penyebabnya penambangan emas di hulu sungai yang membawa pasir dan lumpur ke hilir sungai, sehingga menumpuk di muara,” katanya.
Ia menuturkan, pengerukan juga pernah dilakukan di muara sungai. Namun hasilnya masih kurang maksimal. Lumpur dan pasir kembali menumpuk sehingga kembali menutup alur. Ia berharap pengerukan kali ini dilakukan maksimal.

“Kami berharap upaya pengerukan kali ini membuat muara Sungai Pawan ini tetap dalam agar kapal nelayan dan kapal dagang bisa melewati muara meskipun air sungai surut,” pungkasnya.

 

Laporan: Jaidi Chandra

Editor: Kiram Akbar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here