Mobdin Nadjib Dilempar Pakai Bongkahan Semen

ilustrasi. net

eQuator – Singkawang-RK. Brakkk. Kaca samping kanan di bagian belakang Mobil Daihatsu Terios KB 27 C berderai dilempar dengan bongkahan semen, Kamis (26/11) sekitar pukul 01.00 dinihari.

“Kita serahkan saja kepada pihak kepolisian (untuk mengusutnya, red),” singkat Drs HM Nadjib MSi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang saat dikonfirmasi terkait mobil dinasnya yang dirusak tersebut.

Mobdin Nadjib tersebut terparkir di depan rumah dinasnya di Jalan Gusti Sulung Lelanang. Ketika dini hari, saat semua penghuni rumah sudah lelap. Tiba-tiba terdengar kaca pecah dihantam dengan benda keras, disertai suara sepeda motor kabur.

Nadjib pun terperanjat dari tempat tidurnya dan melihat ke depan rumahnya. Saat itu, dia tidak memeriksa kondisi mobilnya. Perhatiannya tertuju pada suara sepeda motor yang pergi terburu-buru meninggalkan rumahnya.

Kaca mobil yang dibeli dengan APBD Kota Singkawang tersebut diketahui berderai hampir lima jam berikutnya, sekitar pukul 05.30, saat pembantu di rumah tersebut mengecek kondisi mobil majikannya itu.

Selain kaca mobil yang pecah, pembantu tersebut juga mendapati bongkahan semen yang telah mengeras di dekatnya. Kemudian dia melaporkan ke Nadjib kalau mobilnya telah dilempar orang.

Selanjutnya, Nadjib melaporkan perusakan Mobdin-nya itu ke Polsek Singkawang Barat. Berselang beberapa waktu, beberapa polisi pun datang untuk melakukan olah Tempat Kejadin Perkara (TKP).

Kapolsek Singkawang Barat, Kompol Sunarno membenarkan, kalau pihaknya telah menerima laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang ihwal perusakan Mobdin. “Anggota kita menemukan satu bongkahan semen yang sudah keras di TKP, beratnya sekitar satu kilogram,” katanya.

Sunarno menilai, akan sangat sulit menemukan pelaku perusakan terhadap Mobdin Nadjib tersebut, lantaran tidak ada kamera pengintai (CCTV) di rumah dinas tersebut. “Kita hanya mengandalkan CCTV di sekitar rumah dinas. Namun, sama sekali tidak terekam jejak pelaku,” ungkapnya.

Dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun, Sunarno menduga pelaku perusakan tersebut terdiri atas dua orang. “Dugaan sementara, pelaku hanya bertujuan memecahkan kaca mobil, lantaran barang-barang di dalam mobil tidak ada yang hilang,” jelasnya.

Tetapi motif perusakan tersebut, tambah dia, hingga kini belum diketahui. Lantaran menurut keterangan korban (Nadjib), tidak ada perselisihan atau permasalahan dengan orang lain. “Baik itu permasalahan yang menyangkut kedinasan, maupun masalah proyek pembangunan, semuanya tidak ada,” ujar Sunarno. (dik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.