Midji Ingin ASN Lebih Disiplin

Pengukuhan Pengurus FKA ESQ Kalbar

13
PIN KEHORMATAN. Ary Ginanjar menyematkan pin alumni kehormatan ESQ kepada Sutarmidji di Pendopo Gubernur Kalbar, Minggu (14/10). Bangun Subekti-RK

eQuator.co.idPontianak-RK. Pengurus Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Kalbar dikukuhkan di Pendopo Gubernur, Minggu (14/10). Nama Gubernur Kalbar Sutarmidji masuk sebagai pembina.

Sutarmidji mengatakan, beberapa pegawai di lingkungan kerjanya masih belum bisa menerapkan disiplin. Pada saat masih di Pemkot, dia terapkan aturan untuk berdisiplin. Dia mulai dengan yang paling berat yaitu tidak boleh ada satu pun pejabat di lingkungan Pemkot yang merokok.

“Saya buat pilihan, mau jabatan atau rokok. Karena peraturan itu, tiga orang datang ke saya dan protes,” ungkapnya dalam sambutannya.

Diceritakan Midji, ketiganya bertanya apa hubungannya rokok dengan jabatan. Jawab Midji saat itu, merokok dalam satu hari kerja maksimal sepuluh batang. Lalu hitung mungkin enam menit untuk menghabiskan satu rokok. Maka dalam satu hari ada enam puluh menit dihabiskan hanya untuk merokok.

Ditambah dia, bila pegawai merokok di luar kantor, maka waktu perjalanan sekitar tiga puluh menit. Sudah habis satu setengah jam. “Waktu kerja dalam satu minggu ada lima hari, maka merokoknya menjadi tujuh setengah jam,” ujarnya.

ASN kata dia, wajib kerja sekitar tiga puluh tujuh jam. Maka dia katakan pada mereka, jangankan jadi pejabat, jadi staf saja tidak pantas. Karena jam kerja para pegawai yang suka merokok hanya dua puluh sembilan setengah jam. “Itu tidak efektif,” ucapnya.

Ia menuturkan, dengan pengukuhan ini ada harapan bahwa para pengurus FKA bisa memasyarakatkan nilai-nilai ESQ. Terutama kepada para pegawai pemerintahan, sehingga tercipta karakteristik yang kuat dan lebih berdisiplin. “Saya berharap dalam tata kelola pemerintahan yang akan datang bisa menerapkan nilai-nilai ESQ,” sebutnya.

Presiden telah mencanangkan Revolusi Mental. Namun untuk aplikasinya masih meraba-raba. Inilah pentingnya menerapkan nilai-nilai ESQ dalam kehidupan, sehingga bergerak dengan mengedepankan hati agar bisa lebih baik. “Hanya saja hal ini akan lebih mudah diterima bila disampaikan oleh ahlinya,” ujarnya.

Midji melanjutkan, dirinya ingin bisa membangun SDM Kalbar menjadi lebih berkarakter. Bisa membawa perubahan bagaimana pun tantangan yang dihadapi. Ia juga mengatakan bahwa Kalbar perlu perubahan yang sangat cepat dan fundamental. “Hal itu memang sangat tidak gampang,” ucapnya.

Dirinya sempat disarankan untuk pelan-pelan saja membuat perubahan. Tapi dia tidak mau. Kalau harus pelan-pelan, menyesuaikan diri dan ikut arus maka tak akan maju.

“Kapan mau selesai semua urusan bila harus pelan-pelan saja? Saya katakan, saya tak bisa begitu. Saya ingin segera melompat cepat,” tutup Midji.

Dalam kegiatan tersebut, tak hanya dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur. Hadir pula Ketua ESQ Pusat HC. Ary Ginanjar yang didampingi Wakil Sekjen ESQ Nanan Sukarna serta Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono beserta Wakapolda. “Ini merupakan sebuah penghargaan yang luar biasa kepada ESQ. Padahal kami bukanlah apa-apa, tapi mendapat tempat yang berdampingan dengan Gubernur dan Wakil Gubernur. Salut untuk keduanya,” ucap Ary mendapat tepuk tangan meriah para hadirin.

Ary juga memuji Kapolda Kalbar yang telah menampilkan pasukan Asmaul Husna dari kesatuan Brimob Polda Kalbar. Mereka berkesempatan tampil dengan lantunan Asmaul Husna. Bila nama Allah disebut satu kali, maka akan ada banyak malaikat Allah yang akan menaungi tempat tersebut.

“Apalagi Asmaul Husna ada 99. Maka sudah tentu akan banyak keberkahan yang akan kita dapatkan dan semoga berlangsung untuk ke depannya,” kata Ary yang diamini para hadirin.

Setelah penyampaian kata sambutan, proses pengukuhan pengurus FKA ESQ Kalbar pun dimulai. Diawali dengan pembacaan surat keputusan pengukuhan, Ary melantik delapan orang sebagai pengurus wilayah. Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Dalam sesi wawancara, Midji menuturkan, bahwa pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi yang berusia 30-40 tahun akan dibekali dengan nilai-nilai tujuh budi utama ESQ. Yaitu jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil dan peduli. Agar terbentuk sebuah karakter kepemimpinan yang mumpuni.

“Dulu kami juga punya sebuah penilaian khusus namanya BP3. Dalam sistem itu, tujuh budi utama ini masuk,” tuturnya.

Kata Midji, Insya Allah akan diiterapkan pada awal Januari. Dalam penilaian dia, aparat pemerintahan sudah melaksanakan tujuh budi tersebut. Namun belum maksimal. “Bahkan ada yang tak paham dengan ketujuhnya,” ujarnya.

Karena itulah Midji akan mengadakan pembekalan agar terbentuk pimpin yang menjiwai ketujuh budi utama tersebut. Karena menurutnya, mencari pemimpin yang sudah paripurna dalam menjalankan ketujuh budi tersebut sangat susah.

Kapolda kalbar Irjen Didi Haryono mengatakan, bahwa kehadiran Pasukan Asmaul Husna Brimob merupakan bentuk aplikasi hablum minallah dan hablum minannas. Didi juga mengatakan bahwa nilai-nilai dalam ESQ harus dimiliki oleh semua orang.

“Kita diingatkan kembali agar tetap berbudi pekerti yang baik. Bila kita sudah bisa berbudi pekerti yang baik, maka daerah kita bisa tetap aman. Pasukan Asmaul Husna ini ada untuk bisa menerapkan budi pekerti yang baik,” ucap Didi.

 

Laporan: Bangun Subekti

Editor: Arman Hairiadi