Mayat Membusuk di Atas Gedung Telkom

Diduga Terjun dari Ketinggian 112 Meter

645
ilustrasi

eQuator – Rasau Jaya-RK. Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas atau Mr X ditemukan membusuk di atas gedung Station Transmisi Telkom Rasau Jaya, Jalan Alam Jaya, Desa Rasau Jaya Umum, Kubu Raya, Minggu (8/11) pukul 15.30.

Kondisi mayat ini dalam keadaan tengkurap. Diperkirakan, Mr X sudah tewas kurang lebih seminggu lamanya. Pasalnya, tangan bagian kiri sudah membusuk dan putus. Rambut mulai berguguran. Wajah hancur. Punggung dan dada berlubang hingga tulang dada keluar. Begitu juga kulit telapak kaki sudah mengelupas, serta bau busuk. Mayat Mr X ini mengenakan kaos olahraga sekolah Negeri warna orange dan celana pendek berlapis. Sayangnya, pada kaos itu hanya kelihatan tulisan ‘negeri’ saja. Tinggi mayat ini kira-kira 165 meter.

Mayat Mr X pertama kali ditemukan oleh teknisi jaringan salah satu group media Pontianak, menumpang jaringan di tower Station Transmisi Telkom Rasau Jaya. “Kebetulan ada jaringan yang numpang di tower ini bermasalah. Teknisi dari pihak yang numpang itu datang membetulkan kerusakan dengan memanjat tower,” kata Sudirman Hamdi, 37, penjaga malam Site Telkom Rasau Jaya kepada Rakyat Kalbar.

Sudirman melanjutkan, setengah tower tingginya 112 meter, tim teknisi itu melihat mayat. Setelah mengetahui adanya mayat itu, tim teknisi menghubungi pihak Telkom Pontianak, kemudian dihubungkan kembali Station Transmisi Telkom Rasau Jaya. “Setelah kami cek, ternyata benar mayat tanpa identitas itu sudah membusuk dalam kondisi tengkurap. Katanya mayat ini ditemukan sekira jam setengah empat sore. Tapi tim teknisi tidak langsung memberitahu kami. Mungkin mereka panik. Sehingga sudah dekat magrib baru diketahui,” ujar Sudirman.

Penemuan mayat ini membuat heboh warga setempat maupun yang melintasi jalan depan gedung Telkom. Semua warga yang menonton tampak menutup hidungnya. Ada pula yang nekat memanjat tower untuk menyaksikan langsung mayat itu.

“Selama seminggu ini saya memang mencium bau tak sedap. Saya pikir bangkai ayam. Karena sering ditemukan bangkai ayam di lokasi sini. Rupanya mayat,” sambung Hamdani, penjaga malam Site Telkom Rasau Jaya lainnya.

Lanjut Hamdani, bersyukur aliran air sempat mandek. Karena selama ini ia dan rekan penjaga malam lainnya menggunakan air yang ditampung dari bagian atas gedung yang diangun seperti bak air. “Nah, mayat itu ditemukan di atas itu pula. Kalau tidak rusak aliran air, maka air mayat yang kami minum,” ujarnya.

Kapolsek Rasau Jaya melalui Kanit Reskrim Polsek Rasau Jaya, Ipda Nainggolan mengamankan lokasi penemuan mayat Mr X. Dia mengatakan, diperkirakan mayat ini korban bunuh diri. “Dugaan sementara ini bunuh diri. Kalau dilihat di tangga naik tower, ada ditemukan sandal. Diperkirakan itu sandalnya. Setelah naik, mungkin dia melompat terus menghantam beton atas gedung,” kata Nainggolan.

Kemudian lanjut Nainggolan, posisi baju yang dipakai Mr X terangkat ke bagian leher. “Bajunya terangkat ke leher. Bisa jadi baju terangkat ke atas, karena tiupan angin pas dia terjun,” ujarnya.

Untuk mengidentifikasi lebih lebih lanjut, dikatakan Nainggolan, jajarannya menghubungi Tim Identifikasi Polresta Pontianak. “Malam ini juga kita evakuasi. Kemudian kita bawa mayat itu ke RS Soedarso untuk diotopsi. Diperkirakan umurnya 20-30 tahun. Susah untuk mengenali mayat ini, karena identitas tidak ada dan wajahnya pun hancur,” katanya.

Untuk menemukan motif ini, ditegaskan Nainggolan, pihaknya akan memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali melihat mayat ini. “Nanti akan kita mintai keterangan siapa saja yang melihat mayat itu awalnya,” ujarnya.

Kembali Sudirman melanjutkan, pengawasan di Station Telkom Rasau Jaya ini dijaga selama 24 jam. Di tower ini dikatakannya, banyak pihak lain yang menumpang jaringan. Ia juga mengira Mr X ini bunuh diri. “Selama ini kami selalu mengawasi siapa saja yang masuk ke area ini. Ada pun yang masuk, remaja-remaja yang numpang berfoto. Kalau Mr X ini diperkirakan masuk dan naik ke tower disaat penjaga malam tengah istirahat,” kata Sudirman.

Diakui Sudirman, di kawasan Station ini memang tidak ada terpasang CCTV. “Di sini tidak ada CCTV. Selama ini aman saja di sini. Saya 15 tahun jaga di sini tidak pernah ada kejadian,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, sepekan lalu telah dilaporkan ada pelajar PKL Kabupaten Bengkayang yang hilang. Hingga kini lokasi penemuan mayat ini dipolice line sampai kasus ini terungkap. (oxa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here