Lagi, Anak Punk dan Pecandu Lem Dibekuk

ANAK PUNK. Kumpulan anak punk dan pecandu lem diinterogasi di Mapolsek Sungai Pinyuh, Rabu (14/9). ARI SANDY

eQuator.co.id –  Mempawah-RK. Jajaran Polsek Sungai Pinyuh meringkus delapan anak punk dan dua bocah pecandu lem, Rabu (14/9) malam.

Kapolsek Sungai Pinyuh, Kompol Agus Duwi Cahyono, SIK melalui KSPK Aiptu Didik Ridwan Afandi mengatakan, anak punk dan bocah pecandu lem itu terjaring patroli rutin, siang maupun malam.

“Delapan anak punk dan dua pengguna lem fox diamankan di tempat berbeda. Anak punk kita amankan di terminal Sungai Pinyuh, pengguna lem pox di Jalan Patoka,” kata Didik, Kamis (15/9).

Polsek Sungai Pinyuh menerapkan program partoli rutin. Menciptakan kondusivitas agar wilayah hukumnya aman.  “Setiap hari, baik siang maupun malam,” katanya.

Dikatakan Didik, anak punk tersebut berasal dari Kota Pontianak, Sungai Pinyuh dan Kota Singkawang. Sedangkan pengguna lem fox berasal dari Desa Nusapati, Sungai Pinyuh. Mereka ditangkap tanpa perlawanan. Semua anak punk tersebut masih bawah umur.

“Anak-anak punk yang diamankan rata-rata berumur 14 hingga 17 tahun. Mereka kita bawa ke Mapolsek dan langsung diperiksa serta diberi pengarahan,” jelasnya.

Usai diperiksa dan didata, delapan anak punk dan pengguna lem fox itu dikembalikan ke daerah asalnya masing-masing. Bahkan jajaran Polsek berkoordinasi dengan keluarga mereka agar menjemputnya.

“Hal seperti ini harus ditindak tegas. Karena dapat merusak generasi muda dan merusak citra Kota Sungai Pinyuh kalau diisi dengan anak-anak punk yang tidak jelas seperti ini. Pengamanan anak punk sudah sering kali kita bersihkan dan kita tangkap,” tegas Didik.

Didik berpesan kepada orangtua, agar secara intensif mengawasi kegiatan anaknya di luar. Adanya anak-anak yang berkumpul dalam kelompok punk, membawa dampak negatif terhadap generasi muda.

“Peran orangtua sangat diperlukan. Kontrol kegiatan anak di luar, terutama ketika tidak pulang berhari-hari. Kalau kita lihat dari segi umur, seharusnya mereka berada di sekolah, bukannya berkeliaran di jalanan. Lagi pula keberadaan mereka meresahkan masyarakat,” ungkap Didik. (sky)