Jelang Natal, Harga Ayam Meroket

ilustrasi. net

eQuator – Mempawah. Terbatasnya stok tidak sebanding dengan permintaan yang terus meningkat. Akibatnya, meski Hari Raya Natal masih 10 hari lagi, tapi harga beberapa komoditas terus merangsek naik. Salah satunya, harga daging ayam yang sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram kini menjadi Rp 38 ribu per kilogram.

Meroketnya harga komoditas jelas dikeluhkan masyarakat, seperti Irma Khaidir. Menurutnya, walau harga daging ayam saat ini telah naik, tapi belum terlalu berpengaruh bagi masyarakat, karena masih banyak pilihan selain daging ayam. “Kalau seandainya merasa berat, tinggal beli ikan atau lauk yang lain, kan bisa juga menjadi alternatif,” ujarnya, Senin (14/12).

Sementara itu, pemilik salah satu Rumah Makan Padang di Mempawah, Fadli menuturkan, kenaikan daging ayam sangat memberatkan bagi pedagang seperti dirinya. “Harga daging ayam naik, tentu sangat memberatkan, mau tak mau kami harus menaikkan harga juga,” paparnya.

Di lain pihak, Kasi Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pertambangan dan UKM (Disperindagkoptamben dan UKM) Kabupaten Mempawah, Suaidi mengatakan, pantauan rutin dilakukan jajarannya terhadap sejumlah komoditas di pasaran. “Kita mulai melaksanakan pantauan harga menjelang Natal, mulai Minggu (13/12),” terangnya.

Dia mengakui harga daging ayam memang mengalami kenaikan menjelang Natal dan tahun Baru 2016. “Naiknya cukup signifikan, dari kisaran Rp 30 ribu – Rp 32 ribu pada hari biasa, kini menjadi Rp 35 ribu – Rp 38 ribu per kilogram,” ujarnya.

Ia mengatakan, kenaikan harga daging ayam sesuai hukum pasar, yakni karena permintaan di pasaran cukup tinggi, sedangkan stok yang ada terbatas. “Pasokan daging ayam di pasaran masih terbatas. Dampaknya terjadi lonjakan harga jual daging ayam,” pungkasnya.

 

Reporter: Ari Sandy

Redaktur: Yuni Kurniyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.