Jangan Berharap Bantuan Orang Lain dan Teruslah Berjuang

Muhammad Fadhli/Pengusaha Jasa Konsultan Lingkungan

338
Muhammad Fadhli

Muhammad Fadhli, pria kelahiran Kota Pontianak, 10 April 1986 silam ini mulai mencemplungkan diri ke dunia usaha pada medio 2008. Usaha pertama yang dijalaninya yakni menjual kue bingke dengan brand Bingke Madu. Kue ini dijual dengan cara dititipkan ke sejumlah warung kopi di kawasan Kota Khatulistiwa.

Usaha ini dijalaninya dengan tekun selama bertahun-tahun hingga saat ini. Keinginan pria yang menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah untuk menjadi pengusaha terinspirasi oleh sosok kedua orangtuanya, Muhammad Arief Ilyas dan Nur’aini.

Bahkan pesan terakhir yang diterimanya dari sang ayah, “Jangan pernah mengharapkan bantuan orang lain dan teruslah berjuang” masih melekat di benaknya hingga kini. Kalimat pendek namun syarat makna itu selalu membuat semangat Fadhli menyala.

Hingga kurang lebih setahun yang lalu, Fadhli membuka usaha baru yang bergerak di bidang jasa konsultasi pengelolaan dampak lingkungan. Usahanya ini berkantor di Jalan HM Suwignyo, Gang Arafah, Nomor 66, Kota Pontianak.

Seperti apa usaha baru yang digeluti pria yang aktif di organisasi Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI) Kalbar dan Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kota Pontianak ini. Berikut wawancara selengkapnya bersama Rakyat Kalbar;

+Bisa Anda jelaskan seputar usaha yang digeluti ini?

-Usaha saya ini fokus memberikan jasa konsultasi pengelolaan dampak lingkungan. Mulai dari rencana usaha atau kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah ataupun swasta sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan dari pejabat yang berwenang.

Saya bergerak secara individual dan tidak bergabung secara korporasi. Hal tersebut berdasarkan peraturan di bidang lingkungan hidup. Usaha ini baru berjalan satu tahun. Nama perusahaannya, CV Berkah Nusantara yang saat ini masih dalam proses.

+Secara khusus, apa alasan Anda memilih usaha di bidang ini?

-Itu karena saya ingin masyarakat, pemerintah dan investor melihat betapa pentingnya lingkungan di sekitar kita.

+Bagaimana pendapat Anda tentang isu lingkungan. Dan seberapa penting konsultan lingkungan dibutuhkan?

-Secara aturan, kewajiban bagi pelaku atau pelaksana usaha atau kegiatan, baik di sektor swasta maupun pemerintah sangat lengkap. Permasalahannya adalah bagaimana pemerintah selaku pengontrol melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan dan usaha. Baik sektor swasta maupun pemerintah di semua instansi. Mulai di bidang perizinan, tata ruang, ketenagakerjaan maupun instansi di bidang lingkungan hidup. Sedangkan sektor swasta wajib ada pengelolaan lingkungan.

+Umumnya jasa konsultan diperuntukkan bagi siapa-siapa saja. Dan lebih spesifiknya lagi apa bentuk dari konsultan yang CV Anda berikan?

-Untuk semua jenis kegiatan, kewajiban pemerintah melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada pelaku usaha dan kegiatan baik swasta dan pemerintah untuk membangun pola pikir pelaksanaan usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sehingga Sumber Daya Alam terjadi, baik hayati dan nonhayati serta aspek sosial masyarakatnya. Bukan hanya pemenuhan legalitas perizinan atas kegiatan atau usaha tersebut saja.

+Bagaimana Anda melihat prospek atau peluang dari usaha yang dijalankan ini?

-Selama pemerintah tidak melaksanakan kewajibannya untuk melakukan penataan-ruangan serta melaksanakan kajian lingkungan hidup strategis yang dituangkan di dalam peraturan.

+Sejauh ini apa kira-kira yang menjadi kendala Anda menjalani usaha ini?

-Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti.

+Bagaimana caranya pihak-pihak yang berkepentingan mengakses jasa konsultasi Anda ini. Dan berapa tarif yang Anda kenakan untuk sekali berkonsultasi?

-Bisa via telepon di nomor: +62 853-8771-4393 dan email di [email protected]/[email protected].

Kalau untuk tarif sebenarnya tidak etis mau ngomong soal bilangan di publik. Secara garis besar tarifnya spesifik jenis kegiatannya dan tingkat studi yang diperlukan.

+Selain mungkin di kantor, apakah Anda juga membuka konsultasi semacam tanya jawab biasa untuk masyarakat, via online, sosial media misalnya atau lainnya?

-Saat ini kami hanya melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat di sekitar tentang rencana usaha atau kegiatan.

+Selama Anda menjalani usaha, mulai dari awal, proses, sampai saat ini, apakah Anda pernah gagal?

– Alhamdulillah belum pernah.

+Dalam pengembangan usaha, apa rencana Anda ke depan?

-Selain fokus di usaha ini, saya mau membuka dan mengembangkan usaha kue bingke.

Reporter: Fikri Akbar

Redaktur: Andry Soe