Fajar Yousriatin Bantu Percepat Jadikan Yarsi sebagai Universitas

12
PELANTIKAN. Fajar Yousriatin, M. Kes dilantik sebagai Ketua Stikes Yarsi Pontianak oleh Ketum Pengurus Yarsi Pontianak, H Syakirman, di Kampus Stikes Yarsi Pontianak, Jumat (10/8)—Ocsya Ade CP
PELANTIKAN. Fajar Yousriatin, M. Kes dilantik sebagai Ketua Stikes Yarsi Pontianak oleh Ketum Pengurus Yarsi Pontianak, H Syakirman, di Kampus Stikes Yarsi Pontianak, Jumat (10/8)—Ocsya Ade CP

eQuator.co.idPontianak-RK. Kepemimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak resmi berganti Jumat (10/8). Fajar Yousriatin, M. Kes terpilih menjadi Ketua Stikes Yarsi Pontianak periode 2018-2022. Yousriatin menggantikan posisi Dr. Fachrurazi, M.M yang saat ini menjabat sebagai salah satu Dekan di IAIN Pontianak.

“Insya Allah, kita akan melanjutkan semuanya untuk kebaikan Stikes. Melanjutkan apa yang sudah dicanangkan dari pendiri-pendiri dan ketua-ketua Stikes sebelumnya,” kata Yousriatin saat ditanya tentang program-program yang akan dilakukan usai dilantik di Halaman Kampus Stikes Yarsi Pontianak.

Ia menerangkan, hingga saat ini Stikes telah melahirkan lebih dari seribu lulusan terbaiknya. Semua tersebar di seluruh Kalbar. Bahkan ada yang sudah bekerja di luar negeri. Jepang dan Arab Saudi. Melihat perkembangan itu, maka pihak Stikes dan Akademi Farmasi (Akfar) Yarsi Pontianak akan bergabung menjadi universitas.

“Untuk pengembangan Stikes ini memang sudah menjadi perencanaan. Dari Stikes dan Akfar Yarsi, juga sudah berbincang dan diskusi untuk bergabung menjadi universitas,” tuturnya.

Sejauh ini, persiapan yang sudah dilakukan, kata Yousriatin, memang baru sebatas rencana dan perbincangan serta kajian dengan sejumlah pihak. Dalam waktu dekat, pihaknya akan meningkatkan status akreditasi dari institusi. Sebagai salah satu syarat untuk menjadi universitas. “Insya Allah dari institusi mana pun yang akreditasi baik, yang lain akan mengikuti,” tuturnya.

Kemajuan Stikes, kata Yousriatin, turut didukung dengan SDM-SDM dosen yang ada. “Kami masih berusaha untuk meningkatkan pendidikan dosen kepada taraf S3. Di Stikes baru ada dua dosen yang lulus S3 tahun ini, Insya Allah,” katanya.

Selain itu, dia juga bertekad untuk meningkatkan kemajuan di bidang Informatioan Technology (IT). Itu agar aktivitas di Stikes Yarsi Pontianak berbasis komputer, termasuk dalam program pembelajarannya.

Ketua Pembina Yarsi Pontianak, H. Rusliansyah Djurani Tolove menambahkan, di tingkat yayasan juga tengah membahas perubahan status itu. Berdasarkan syarat dari Dikti, untuk mengubah menjadi universitas, Yarsi harus ada minimal lima jurusan. Saat ini, baru ada empat.

“Maka kami akan tambah lagi satu jurusan untuk memenuhi syarat minimal. Kami sudah bekerjsa sama dengan pihak luar, dapat bimbingan dari Dikti. Bahwa dalam waktu dekat, Universitas Yarsi Pontianak segera direalisasikan. Tim sudah melakukan kajian ilmiahnya,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Tolove, dari yayasan juga sudah mempersiapkan segalanya. Melengkapi pendanaan, menyediakan lahan serta lainnya. Ia menargetkan dalam waktu dua tahun sudah dapat direalisasikan.

“Ada beberapa strategi yang siap kami lakukan. Mungkin ini satu-satunya di Kalbar, ada Universitas Yayasan Islam. Itu memang cita-cita kami,” tegasnya.

Ketua Umum (Ketum) Pengurus Yarsi Pontianak, H Syakirman mengatakan, pihaknya ingin meningkatkan SDM kesehatan sesuai dengan keinginan para pendiri dahulunya. Khususnya di Kalbar, pada masa itu bahkan sekarang, masih sangat kekurangan tenaga kesehatan.

“Dari pergantian Ketua Stikes Yarsi Pontianak ini, kami berharap dan ingin meningkatkan tenaga kesehatan sampai bisa mengisi di daerah-daerah di Kalbar ini,” harapnya.

Ia juga berharap, jangan terlalu lama memakan waktu untuk bersatu maju menjadi universitas. “Mudah-mudahan pada 2019 kita sudah melangkah ke sana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Stikes Yarsi Pontianak yang lama, Dr. Fachrurazi, M.M berharap penggantinya lebih memberikan perhatian khusus kepada peserta didik, orang tua dan masyarakat.

“Kemudian untuk Pemerintah Kota dan Provinsi, diharapkan membuka pintu untuk mahasiswa kami magang di rumah sakit milik pemerintah,” harapnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat atau para orang tua untuk tidak ragu menitipkan putra-putrinya ke Stikes Yarsi Pontianak. “Kita selalu dan selalu akan menciptakan SDM yang dibutuhkan masyarakat, dalam hal pelayanan kesehatan. Stikes Yarsi Pontianak akan terus dikembangkan untuk menjadi Stikes terbaik di Kalbar,” demikian Fachrurazi. (oxa)