Dua Siswi Sulap Limbah Sawit Menjadi Pembangkit Listrik

Mengintip Prestasi Pelajar SMA Gembala Baik

81
PRESTASI. Yessica dan Della beserta guru pembimbingnya menunjukkan medali emas yang diperoleh dari olimpiade penelitian siswa Indonesia pada 2017—Dok SMA Gembala Baik for RK

eQuator.co.id – Pontianak-RK. Warga Kota Pontianak patut berbangga. Karena, dua siswi di Kota Khatulistiwa ini berhasil mengukir prestasi dalam berbagai kompetisi karya tulis ilmiah baik tingkat nasional maupun internasional. Keduanya adalah Yessica Chelsea Horax dan Della Angelina, siswi SMA Gembala Baik.

“Saya memang tertarik dengan karya tulis ilmiah sejak kelas 10. Apalagi ada ekskul KIR (karya tulis ilmiah) di sekolah. Saya tambah semangat mengikutinya,” kata Yessica didampingi Della, kepada Rakyat Kalbar, Senin (20/2).

Dua perempuan berusia 17 tahun ini memang kompak. Salah satu karya tulis yang mereka garap bersama, berjudul ‘Sintesis dan karakterisasi membran komposit berbasis kaolin capkala-polianilin tersulfonasi dan biohidrogen dari tandan kosong kelapa sawit dalam aplikasi proton exchange membrane fuel cell’.

“Karya tulis ini berisi tentang pengolahan limbah kelapa sawit yang akan dijadikan bahan untuk pembangkit listrik,” ujar Yessica.

Dia menjelaskan, media membran yang ditemukan berbentuk seperti baterai. “Bedanya, jika baterai bisa habis atau punya masa pakainya. Sedangkan ini nggak. Bahan bakarnya bio oil dari tandan kosong kelapa sawit,” tutur perempuan yang bercita-cita ingin jadi dokter ini.

Ide original ini mereka temukan setelah melihat banyaknya komoditas kelapa sawit yang ada di Kalbar. Dimana limbah tandan kosong kelapa sawit yang telah diambil sarinya tersebut, dapat dimanfaatkan lagi untuk memproduksi pembangkit listrik.

“Kenapa kelapa sawit, soalnya ini merupakan muatan lokal yang ada di daerah kita, kan banyak kelapa sawit. Dan keunggulannya lagi, limbah yang dihasilkan dari media yang kita buat ini air, jadi anti polutan,” katanya.

Della menambahkan, selain prestasi yang diraih, mereka juga mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman pribadi.

“Saya dari yang kurang pede dan takut gagal, jadi lebih berani lagi. Saya juga jadi lebih tertantang untuk menciptakan sesuatu yang bisa lebih berguna lagi bagi masyarakat. Sebab, dalam bermasyarakat kan ada banyak masalah, kita bisa bantu dengan ciptakan sesuatu yang berguna,” ujar Della.

Tak hanya itu, bahkan dalam salah satu kompetisi yang mereka ikuti sempat mendapat tawarab dari salah satu pengusaha untuk pengembangan lebih lanjut.

“Mereka pernah ditawarkan untuk pengembangan lebih lanjut media ini, agar bisa diproduksi secara massal. Kemarin dikasih kartu namanya saja, nanti bakalan kita kontak lagi segera,” kata Winny Kurniawan, M. Si, guru pembimbing karya tulis ilmiah kedua siswi ini.

Untuk meraih segudang prestasi pasti banyak sekali halang rintangan yang harus dihadapi. Mulai dari memakan waktu liburan, pulang malam dan lain sebagainya mereka hadapi.

“Mereka itu, memiliki semangat berjuang. Kalau orang libur mereka nggak libur, kadang pulang tengah malam saat menjelang lomba. Bahkan Si Della pernah kesiangan nggak mandi karena kacapean,” ungkap Winny sambil bercanda.

Tak ada usaha yang mengkhianati hasil. Kedua siswi ini berhasil menoreh prestasi yang diantaranya; medali emas olimpiade penelitian siswa Indonesia pada 2017; medali emas kompetisi Indonesian Institue of Sciencess LIPI pada 2017; juara pertama karya tulis ilmiah tingkat SMA/SMK se-Indonesia; dan penghargaan khusus bidang lingkungan Honorable Mention Genyus Olimpiad di New York, USA.

Nantinya, dua siswi ini berencana akan mengikuti lomba karya tulis ilmiah di UGM dan di New York Amerika Genius olimpiad pada Juni 2018. Dengan ini, mereka menaruh harapan besar kepada pemerintah agar memberikan dukungan demi menggapai prestasi yang lebih banyak lagi.

Laporan: Suci Nurdini Setiawati

Editor: Ocsya Ade CP